Kredit BTN Semester I Capai Rp106,58 T

Selasa, 22 Juli 2014 - 09:52 WIB
Kredit BTN Semester...
Kredit BTN Semester I Capai Rp106,58 T
A A A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sepanjang semester I/2014 berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp106,58 triliun. Jumlah tersebut naik 16,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp91,4 triliun.

"Industri perbankan pada tahun ini mengalami sejumlah tekanan. Tekanan terbesar datang dari kenaikan biaya dana yang merupakan imbas dari ketatnya likuiditas dan naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Di samping itu, kondisi perekonomian nasional juga mengalami perlambatan. Dalam kondisi seperti ini, bank cenderung berhati-hati terutama dalam menyalurkan kredit agar tidak terjebak pada kredit macet," ujar Direktur Utama BTN Maryono dalam rilisnya, Selasa (22/7/2014).

Maryono menjelaskan, dengan kondisi tersebut dan adanya penurunan net interest margin (NIM) dari 5,35% pada Juni 2013 menjadi 4,53% di semester I/2014, maka laba bersih perseroan hingga pertengahan tahun ini turun 20% dari Rp673 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp539 miliar.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) perseroan pada semester I/2014 tumbuh cukup signifikan di atas rata-rata industri dalam negeri. Pertumbuhannya mencapai 22,61% menjadi Rp101,345 triliun dibandingkan posisi yang sama 2013 sebesar Rp82,656 triliun.

Dari sisi, loan to deposit ratio (LDR), BTN berhasil menurunkan rasionya dari 110,58% pada semester I/2013 menjadi 105,17% pada semester I/2014.

Menurut Maryono, khusus untuk LDR perseroan tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi likuiditas BTN. Dalam formula perhitungan LDR yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI), tidak memasukkan komponen sumber dana perseroan lainnya, seperti obligasi, pinjaman berjangka waktu panjang dan sumber dana lainnya.

"Bisnis perseroan perlu didukung oleh dana jangka panjang. Untuk melihat kondisi likuiditas perseroan, Bank BTN menggunakan perhitungan Loan to Funding, rasionya hanya sebesar 89% yang berarti masih berada dalam rentang normal. Apalagi jika melihat secondary reserve Bank BTN per 30 Juni 2014 masih di atas Rp8 Triliun, maka dapat dikatakan Bank BTN dalam kondisi likuiditas yang sangat aman," tegasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Potret Kinerja Bank...
Potret Kinerja Bank BTN di Kuartal III/2020 Saat Pandemi
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
23 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
46 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved