Pemerintah Wariskan Kondisi Buruk di Sektor Migas

Sabtu, 02 Agustus 2014 - 07:12 WIB
Pemerintah Wariskan...
Pemerintah Wariskan Kondisi Buruk di Sektor Migas
A A A
JAKARTA - Pengamat migas dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES), Kurtubi mengungkapkan, dengan tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mewariskan kondisi buruk di sektor migas.

"Ini maksudnya, SBY jangan meninggalkan jumlah subsidi yang sangat besar kepada pemerintah baru. Tidak mewariskan subsidi yang sangat besar yang akan jadi beban pemerintahan baru. Toh kondisi yang buruk di sektor migas saat ini, ditandai oleh fakta kita defisit migas," ujarnya kepada Sindonews.

Dia mengatakan, selama sepuluh tahun pemerintahan SBY, Indonesia lebih banyak mengimpor minyak dan gas ketimbang mengekspor. Dia menilai pemerintah gagal membangun infrastruktur gas dan menambah kapasitas kilang BBM.

"Padahal, konsumsi BBM meningkat setiap tahun. Jadi wajar kalau SBY itu harus menebus kegagalannya dengan menaikkan harga BBM, agar pemerintah baru tidak berat bebannya," jelas Kurtubi. (Baca: Harga Tak Naik, Kuota BBM Subsidi Pasti Jebol)

Hal senada diungkapkan Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti. Menurutnya, kenaikan harga BBM bersubsidi masih terbuka opsinya untuk pemerintahan SBY di masa transisi ini. Pembatasan penjualan BBM bersubsidi menjadi salah satu hal positif yang berani dilakukan oleh pemerintah. (Baca juga: Pemerintah Resmi Lakukan Pembatasan BBM Usai Lebaran)

"Asal edukasi ke masyarakat clear, pemerintah memberikan pertimbangan yang clear, bagaimana public transportasion kurang mampu yang harus mendapatkan subsidi secara khusus. Karena sekarang kan yang manfaatin bukan yang tidak mampu," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
34 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved