Kemendag Laporkan NPI Juni Defisit USD305,1 Juta
Selasa, 05 Agustus 2014 - 17:53 WIB
Kemendag Laporkan NPI Juni Defisit USD305,1 Juta
A
A
A
JAKARTA - Kementrian perdagangan melaporkan Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) periode Juni 2014 mengalami defisit USD305,1 juta. Defisit tersebut terdiri dari surplus nonmigas sebesar USD299,2 juta dan defisit perdagangan migas sebesar USD604,3 juta.
Meskipun begitu, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi menilai kondisi ini lebih baik dibanding 2013 lalu.
"Kondisi ini lebih baik, tahun lalu pada bulan Juni 2013 Neraca Perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD877,2 juta," ungkapnya saat konferensi pers di Gedung Kementerian Perdagangan, Selasa (5/8/2014).
Menurutnya, defisit yang terjadi pada neraca perdagangan nonmigas Juni 2014 ini dipicu oleh kenaikan impor sebesar 6,4%. "Kenaikan impor terjadi akibat meningkatnya konsumsi menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri sementara ekspor hanya tumbuh sebesar 4% dari bulan sebelumnya," jelas dia.
Lebih lanjut ia menyatakan, meskipun neraca mengalami defisit, namun kinerja ekspor Juni 2014 menunjukkan perkembangan positif. Sektor ekspor meningkat sebesar 4% (MoM). Peningkatan tersebut merupakan kontribusi dari meningkatnya ekspor migas sebesar 17,4% menjadi USD2,8 miliar, serta ekspor nonmigas naik 1,4% menjadi USD12,6 miliar.
Kemudian neraca perdagangan selama semester I-2014 defisit USD1,1 miliar, membaik dibanding Semester I dan II 2013 yang defisit masing-masing USD3,3 miliar dan USD4,5 miliar.
"Mengacu pada tahun 2013, neraca nonmigas semester II-2013 naik 3 kali lipat dibanding semester I, sehingga neraca perdagangan semester II-2014 diperkirakan juga akan membaik dibanding semester I-2014," tukas Bayu.
Meskipun begitu, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi menilai kondisi ini lebih baik dibanding 2013 lalu.
"Kondisi ini lebih baik, tahun lalu pada bulan Juni 2013 Neraca Perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD877,2 juta," ungkapnya saat konferensi pers di Gedung Kementerian Perdagangan, Selasa (5/8/2014).
Menurutnya, defisit yang terjadi pada neraca perdagangan nonmigas Juni 2014 ini dipicu oleh kenaikan impor sebesar 6,4%. "Kenaikan impor terjadi akibat meningkatnya konsumsi menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri sementara ekspor hanya tumbuh sebesar 4% dari bulan sebelumnya," jelas dia.
Lebih lanjut ia menyatakan, meskipun neraca mengalami defisit, namun kinerja ekspor Juni 2014 menunjukkan perkembangan positif. Sektor ekspor meningkat sebesar 4% (MoM). Peningkatan tersebut merupakan kontribusi dari meningkatnya ekspor migas sebesar 17,4% menjadi USD2,8 miliar, serta ekspor nonmigas naik 1,4% menjadi USD12,6 miliar.
Kemudian neraca perdagangan selama semester I-2014 defisit USD1,1 miliar, membaik dibanding Semester I dan II 2013 yang defisit masing-masing USD3,3 miliar dan USD4,5 miliar.
"Mengacu pada tahun 2013, neraca nonmigas semester II-2013 naik 3 kali lipat dibanding semester I, sehingga neraca perdagangan semester II-2014 diperkirakan juga akan membaik dibanding semester I-2014," tukas Bayu.
(gpr)
Lihat Juga :