CT Tak Happy Lihat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selasa, 05 Agustus 2014 - 19:49 WIB
CT Tak Happy Lihat Pertumbuhan...
CT Tak Happy Lihat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tandjung mengatakan pihaknya tidak bahagia melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ada kuartal II/2014 ini. Sebab, kondisi ini lebih rendah dari kuartal I/2014 yang bisa mencapai 5,21%.

"Bukan berarti pertumbuhan yang 5,12% ini kita bahagia, sehingga kita tidak perlu melakukan pekerjaan keras," ujar dia saat konferensi pers di kantor Kemenko Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Dia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12% tersebut dipicu anggaran belanja pemerintah yang mengalami penurunan. Sebab, pada kuartal II/2014 baru saja dilakukan pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) yang menyebabkan pengurangan belanja pemerintah sebesar Rp43 triliun.

"Karena waktu itu lagi dalam proses APBN, praktis anggaran yang sudah terpotong tidak bisa dibelanjakan. Jadi ada pengurangan belanja pemerintah. Ini akibatnya terjadi pertumbuhan minus di belanja pemerintah. Kuartal III diharapkan belanja pemerintah tumbuh dengan positif kembali," ungkap CT.

Selain itu, lanjut CT, kondisi ekspor Indonesia pada kuartal II/2014 mengalami penurunan. Hal ini lantaran terjadinya larangan ekspor mineral mentah dalam UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

"Dengan diselesaikannya permasalahan Minerba dan renegosiasi maka diharapkan kuartal III dan kuartal IV ekspor Minerba kembali masuk dalam kontribusi peningkatan pertumbuhan ekonomi kita. Ekspor kita diharap akan meningkat signifikan," harapnya.

Kendati demikian, CT mengatakan konsumsi domestik Indonesia masih tumbuh dengan sangat baik yaitu meningkat sebesar 5,15% dibanding kuartal II/2013. Dia berujar, hal ini lebih disebabkan karena efek kampanye yang menyebabkan uang lebih banyak beredar dan daya beli masyarakat menjadi lebih besar.

"Daya beli masyarakat memang terjadi peningkatan, sehinga timbul pertumbuhan yang lebih cepat dari sebelumnya," tutur dia.

Mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini juga mengatakan, investasi di Indonesia yang meningkat juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dibanding kuartal II/2013, investasi Indonesia naik sebesar 4,53%.

"Di era kampanye Pileg dan Pilpres, ternyata investasi kita masih meningkat lebih tinggi dari kuartal II tahun lalu. Yang kita khawatirkan investasi melemah itu tidak terbukti. Malah investasi kita meningkat jauh lebih tinggi," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
15 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved