Pertamina Jamin Ketersediaan Solar Bersubsidi

Rabu, 06 Agustus 2014 - 18:39 WIB
Pertamina Jamin Ketersediaan...
Pertamina Jamin Ketersediaan Solar Bersubsidi
A A A
SEMARANG - Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV Jateng dan DIY memastikan ketersediaan stok BBM bersubsidi, khususnya solar dalam kondisi cukup. Masyarkat diimbau tidak panik, dan jangan termakan isu berkembang di lapangan.

GM Marketing Pertamina MOR IV Soebagjo H Moeljanto mengatakan, secara keseluruhan untuk kuota BBM jenis premium wilayah Jateng dan DIY pada tahun ini mencapai 3,5 juta kilo liter (kl), sedangkan kuota BBM jenis solar mencapai 2,1 juta kl.

Meski ada pembatasan penjualan di sejumlah SPBU di Jateng dan DIY, stok di SPBU lain dipastikan aman. Masyarkat di Jateng dan DIY tidak akan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi, karena jumlah SPBU yang menjual solar bersubsidi lebih banyak dari SPBU yang membatasi penjualan solar bersubsidi.

"Jumlah SPBU di Jateng dan DIY yang dibatasi jam penjualannya hanya 35 SPBU. Sementara SPBU di Jateng dan DIY ada sekitar 730 SPBU. Jadi tidak akan ada masalah, kalau di SPBU melakukan pembatasan masih ada SPBU terdekat. Jadi masyarkat tidak perlu panik dan khawatir," katanya, Rabu (6/8/2014).

External Relation Pertamina MOR IV Roberth MV Dumatubun mengatakan, terkait dengan adanya isu kelangkaan BBM di kalangan masyarkat, menurut dia hanya akibat panic buying adanya kebijakan baru.

"Kami akan berikan informasi kepada masyarakat SPBU mana yang diberlakukan pembatasan kebijakan pembatasan penjualan, sehingga masyarkat tidak merasa kesulitan," katanya.

Sementara, saat disinggung terkait dengan konsumsi BBM selama musim arus mudik dan balik di Jateng, Robert menyatakan, konsumsinya masih batas normal.

Dijelaskannya, hingga saat ini lonjakan masih sekitar 37%, lebih rendah dari perkiraan Pertamina. "Dari realisasi konsumsi tersebut, artinya stok BBM untuk semua jenis terutama premium dan solar dalam kondisi aman. Selain itu masyarakat tidak mengalami kendala dari sisi ketersediaan BBM," jelas dia.

Roberth mengatakan, 20 SPBU kantong dapat berjalan dengan optimal, sehingga tidak ada kendala dalam distribusi BBM selama arus mudik dan arus balik. "Kondisi berbeda di SPBU Kantong yang ada di daerah timur jembatan Comal, karena setelah jembatan putus, tidak bisa maksimal," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Cara Cek Halal MUI Online,...
Cara Cek Halal MUI Online, Jamin Kehalalan Makanan di Restoran Kesayanganmu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved