Pembatasan BBM Bersubsidi Batasi Ruang Gerak Rakyat

Selasa, 12 Agustus 2014 - 17:26 WIB
Pembatasan BBM Bersubsidi...
Pembatasan BBM Bersubsidi Batasi Ruang Gerak Rakyat
A A A
JAKARTA - Pengamat Energi dari Universitas Indonesia (UI) Kurtubi menegaskan, upaya pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dijalankan pemerintah bukanlah kebijakan tepat. Sebab, hal ini justru kontraproduktif dan mengurangi ruang gerak ekonomi rakyat.

"Saya sebutnya pembatasan. Dan saya enggak sepakat dengan hal itu. Karena kalau pembatasan diterapkan itu kontraproduktif, mengurangi gerak ekonomi rakyat," kata Kurtubi di Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Di tengah langkah pemerintah menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% di 2014, maka kebijakan pembatasan BBM bersubsidi ini memicu adanya pergerakan inflasi. Sebab, sifat pertumbuhan ekonomi membuat adanya peningkatan konsumsi di sektor energi.

"Padahal kita ingin adanya pertumbuhan ekonomi. Sifat BBM itu income elastic. Negara maju kan sudah stabil relatif kecil sekali peningkatan konsumsi energinya. Nah kita sebagai negara berkembang tidak demikian. Pertumbuhan energi pasti selalu tinggi ketimbang pertumbuhan ekonominya," ujar Kurtubi.

Kurtubi menyebut, pengendalian BBM bersubsidi yang diterapakan saat ini adalah kebijakan kacau balau. Hal ini bisa berkaca dari program-program pemerintah yang kerap tak berhasil dijalankan, seperti perangkat teknologi melalui Radio Frequency Identification (RFId), sampai kebijakan pembelian BBM bersubsidi secara non tunai.

"Yang RFID juga tidak jalan. Problemnya sangat banyak belum biayanya berapa. Non tunai juga seperti itu enggak jalan. Pemerintah tidak fokus pada masalah utama," ucapnya.

Kebijakan yang cukup tepat dalam mengantisipasi jebolnya kuota BBM bersubsidi menurut dia adalah menaikkan harga BBM bersubsidi. Skenario itu dinilai mampu membantu pemerintah menjaga kuota BBM bersubsidi dan menekan subsidi ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Concern saja misalnya dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. Itu bisa dimulai dengan saat ini dan bisa langsung dijalankan," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved