Selama Sembilan Bulan BI Tahan Suku Bunga 7,5%
Kamis, 14 Agustus 2014 - 13:23 WIB
Selama Sembilan Bulan BI Tahan Suku Bunga 7,5%
A
A
A
JAKARTA - Rapat Dewan Gubenur Bank Indonesia (RDG-BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan (BI Rate) di posisi 7,5%. Keputusan RDG BI tersebut dinilai masih konsisten dengan kondisi ekonomi saat ini.
"Setelah rapat RDG pada 14 Agustus ini memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di angka 7,5%," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di Gedung BI, Jakarta, Kamis, (14/8/2014).
Menurutnya, selain mempertahankan BI Rate, RDG BI juga menetapkan untuk menahan suku bunga landing facility dan deposit facility masing-masing pada posisi 7,5% dan 5,75%.
"Secara evaluasi menyeluruh ekonomi Indonesia, bahwa pada 2014 dan 2015 menunjukkan kebijakan BI masih konsisten untuk mengarahkan inflasi pada kisaran 4,5% plus minus 1% pada 2014, dan di 2015 4% plus minus 1% " ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini juga dalam mengendalikan kondisi ekonomi sehingga defisit neraca transaksi berjalan sehat. "BI akan senantiasa memperkuat kebijakan makro dan mikroprudensial, serta kebijakan untuk memperkuat struktur perdagangan domestik," ucap Agus
Sebagai informasi, BI melakukan penyesuaian dengan menaikan BI Rate sebesar 175 basis poin selama periode Juli hingga November 2013. Pada Desember 2013 hingga Juli 2014, RDG BI menetapkan untuk menahan BI Rate pada posisi 7,5%.
"Setelah rapat RDG pada 14 Agustus ini memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di angka 7,5%," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di Gedung BI, Jakarta, Kamis, (14/8/2014).
Menurutnya, selain mempertahankan BI Rate, RDG BI juga menetapkan untuk menahan suku bunga landing facility dan deposit facility masing-masing pada posisi 7,5% dan 5,75%.
"Secara evaluasi menyeluruh ekonomi Indonesia, bahwa pada 2014 dan 2015 menunjukkan kebijakan BI masih konsisten untuk mengarahkan inflasi pada kisaran 4,5% plus minus 1% pada 2014, dan di 2015 4% plus minus 1% " ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini juga dalam mengendalikan kondisi ekonomi sehingga defisit neraca transaksi berjalan sehat. "BI akan senantiasa memperkuat kebijakan makro dan mikroprudensial, serta kebijakan untuk memperkuat struktur perdagangan domestik," ucap Agus
Sebagai informasi, BI melakukan penyesuaian dengan menaikan BI Rate sebesar 175 basis poin selama periode Juli hingga November 2013. Pada Desember 2013 hingga Juli 2014, RDG BI menetapkan untuk menahan BI Rate pada posisi 7,5%.
(gpr)