Konsumsi Premium di Jateng Naik 33% Periode Lebaran

Jum'at, 15 Agustus 2014 - 19:03 WIB
Konsumsi Premium di...
Konsumsi Premium di Jateng Naik 33% Periode Lebaran
A A A
SEMARANG - Konsumsi Premium selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2014 atau periode periode 18 Juli hingga 8 Agustus 2014 di Jateng dan DIY mencapai 13.281 kilo liter, atau mengalami kenaikan mencapai 33%, dibandingkan hari-hari biasa yang mencapai 10.014 kiloliter perharinya.

“Jumlah ini meningkat 27% dibandingkan Lebaran tahun lalu yang hanya mencapai 12.540 kilo liter per harinya,” kata GM Marketing Operation Reg IV Pertamina Subagjo Hari Moeljanto, Jum’at (15/8/2014).

Sementara untuk konsumsi Solar bersubsidi selama Lebaran 2014 justru mengalami penurunan dibandingkan realisasi normal harian. Selama masa mudik dan arus balik lebaran konsumsi solar bersubsidi hanya mencapai 4.740 kiloliter per hari, atau 88% rata-rata harian normal 5.360 kilo liter per hari.

Realisasi penyaluran Solar tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode arus mudik dan arus balik tahun 2013 yang mencapai 4.349 KL KL per hari atau 83% rata-rata harian normal 5.253 KL per hari.

Peningkatan konsumsi BBM bersubsidi juga dibarengi dengan peningkatan konsumsi BBM non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Plus, maupun Pertamina Dex. Pertamax mengalami peningkatan 74% dari rata-rata normal sebesar 162 kiloliter per hari menjadi 283 kiloliter per hari, sedangkan untuk Pertamax Plus dan Pertamina Dex mengalami peningkatan masing-masing 16%.

“Naiknya konsumsi Premium sejalan dengan pertumbuhan mudik dan arus balik lebaran, sedangkan turunnya konsumsi Solar karena tidak beroperasinya truk-truk besar konsumen Solar pada masa mudik dan arus balik,” imbuhnya.

Sementara dari sisi penyaluran elpiji, konsumsi elpiji 3kg bersubsidi juga mengalami peningkatan pada masa H-10 dan H+10 hari raya Lebaran. Rata-rata konsumsi elpiji 3kg bersubsidi sebesar 2.830 MT mengalami peningkatan konsumsi sebesar 12% dari rata-rata harian normal sebesar 2.527 MT. Sedangkan untuk elpiji 12kg Non Subsidi 98% dari rata-rata harian normal sebesar 366 MT.

Sementara itu disinggung terkait dengan masih belum normalnya kondisi jembatan Comal Pemalang, Humas Pertamina MOR IV Robert MV Dumatubun menyebutkan, sejauh ini kondisi penyaluran BBM untuk wilayah pantura sudah kembali normal.

“Sampai saat ini belum ada laporan apakah mengalami penurunan atau tidak, tetapi sepengatahuan saya masih normal, kemarin naik karena memang jumlah kendaraan mengalami peningkatan, kalau sekarang kan sudah kembali normal,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasokan BBM Pertamina...
Pasokan BBM Pertamina Aman Hingga Lebaran
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman selama Ramadan-Idulfitri
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pulihkan Bertahap Pasokan BBM ke SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM hingga Pelosok Negeri
BPH Migas Jamin Pasokan...
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Tinjau Kabupaten Pidie...
Tinjau Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, BPH Migas: Pasokan BBM Terjaga
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
5 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
6 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved