Konsolidasi Bank BUMN Tak Bisa Tahun Ini

Senin, 18 Agustus 2014 - 11:58 WIB
Konsolidasi Bank BUMN...
Konsolidasi Bank BUMN Tak Bisa Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, Kementerian BUMN menyetujui rencana adanya konsolidasi perbankan BUMN pada tahun ini. Pasalnya, ada momentum yang pas untuk melakukan konsolidasi perbankan tersebut. Namun konsolidasi tersebut tetap baru bisa dilakukan pada pemerintah selanjutnya.

"Saya setuju dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Saya setuju dengan Menko (Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian) bahwa memang harus dilakukan konsolidasi perbankan," kata Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Mantan Dirut PLN ini menjelaskan, konsolidasi perbankan BUMN tak bisa dilakukan pada pemerintahan sekarang lantaran masa jabatannya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II ini hanya tinggal dua bulan.

Padahal ada momentum yang tepat untuk melakukan konsolidasi tahun ini, yaitu masa jabatan mayoritas direksi bank plat merah yang hampir habis.

"Sebetulnya ada momentum yang bagus, yaitu habisnya masa jabatan mayoritas direksi BNI dan itu bisa dipakai momentum untuk melakukan konsolidasi. Biasanya konsolidasi itu banyak keberatan dari direksinya. Nah, ini kebetulan direksinya masa jabatannya habis. Menurut saya ini harus dimanfaatkan," kata dia.

Menurut Dahlan, perekonomian Indonesia yang besar seharusnya dibarengi dengan perbankan yang kuat. Kendati demikian, dia mengaku, nantinya akan ada sedikit keributan, namun hal tersebut diyakini tidak akan berlangsung lama.

"Siapapun yang pikirannya sehat, otaknya sehat, pasti menyetujui konsolidasi perbankan ini. Tapi, heboh-heboh sedikit, pasti. Hebohnya juga tidak lama," tutur Dahlan.

Yang terpenting, lanjut Dahlan, konsolidasi perbankan ini harus dibahas sebelum pergantian direksi bank plat merah tersebut.

"Jangan sampai direksi ini masa jabatannya habis, diganti yang baru, baru dibicarakan konsolidasinya. Nah nanti lebih rumit lagi. Itu pendapat saya. Tapi itu tidak mungkin dilakukan dalam dua bulan ini," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Kementerian BUMN Minta...
Kementerian BUMN Minta Relaksasi IPO BUMN, Begini Tanggapan OJK
Kejar Target Sisa Proyek...
Kejar Target Sisa Proyek Strategis BUMN, Erick Thohir: Ada Satu Proyek Berpotensi Ngga Kelar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved