Antrean Mengular di Sejumlah SPBU Malang

Senin, 25 Agustus 2014 - 13:49 WIB
Antrean Mengular di...
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU Malang
A A A
JAKARTA - Pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sejak 18 Agustus 2014 lalu, ternyata mulai dirasakan di Malang hari ini. Sejumlah SPBU di Malang terlihat antrean kendaraan roda empat terutama yang membutuhkan BBM jenis solar.

Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Teuku Rizal Pahlevi mengatakan, pengurangan kuota solar mencapai 20% di Malang Raya, sedangkan premium antara 10%-20%.

"Ini keputusan DPR RI,agar jumlah BBM bersubsidi mencukupi hingga Desember 2014," katanya, Senin (25/8/2014).

Rizal menambahkan, jika tidak ada kebijakan ini, kemungkinan BBM hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan November 2014. Sebelum dikurangi, jumlah konsumsi BBM bersubsidi jenis premium di Malang Raya mencapai 1.000 kilo liter per hari, dan solar mencapai 300 kilo liter per hari.

Sejumlah SPBU juga mengantisipasi dengan kelangkaan dengan melakukan pembatasan pembelian oleh konsumen terutama mobil agar semua konsumen masih bisa menikmati BBM meski kuotanya dikurangi.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengimbau agar masyarakat tidak panik lantaran isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Menurutnya, stok BBM bersubsidi yang ada di Pertamina masih aman. Hanya saja penyalurannya yang dikurangi. Untuk premium pengurangan penyalurannya sebesar 5% dan solar sebesar 10%-15%.

"Saya sampaikan kepada konsumen, tak ada kelangkaan BBM, yang terjadi adalah pengendalian BBM bersubsidi. Di Pantura panic buying, di beberapa SPBU premium kosong, mereka rush yang biasanya beli 10 liter sekarang full tank. Ini panic buying berdasarkan informasi yang belum bulet," tutur dia di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (25/8/2014).

Dia menyebutkan, jika untuk satu hari volume penjualan premium sebesar 20 ribu liter di satu SPBU, maka pihaknya hanya memotong seribu liter per hari.

"Yang seribu liter digantikan non premium, apakah itu solar, premium non subsidi, pertamax, atau pertadex," tambah Hanung.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tinjau Ketersediaan...
Tinjau Ketersediaan BBM di Riau, BPH Migas Pastikan Stok Aman
Indonesia Resmi Impor...
Indonesia Resmi Impor Minyak Rusia 150 Juta Barel, Setara Setengah Kebutuhan BBM Nasional
Pasca-Harga Naik, Pertamina...
Pasca-Harga Naik, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM hingga Pelosok Negeri
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pulihkan Bertahap Pasokan BBM ke SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman selama Ramadan-Idulfitri
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved