BICF Tingkatkan Daya Tawar Petani Kakao Indonesia

Senin, 25 Agustus 2014 - 20:48 WIB
BICF Tingkatkan Daya...
BICF Tingkatkan Daya Tawar Petani Kakao Indonesia
A A A
DENPASAR - Petani kakao belum mendapatkan akses pasar yang maksimal akibat tidak adanya fasilitas pendampingan serta akses pelatihan. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas dan kualitas produksi petani kakao sangat rendah sehingga posisi tawarnya pun rendah.

Melihat fakta itulah, Oxfam NOVIB, Business Watch Indonesia (BWI), Yayasan Kalimajari, Koperasi Semaya Samaniya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana menyelenggarakan Bali International Cocoa Festival (BICF)/Festival Kakao Internasional yang akan berlangsung pada 28-31 Agustus 2014 di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana.

Rencananya secara resmi akan dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil daan Menengah Syarief Hasan.

Ketua Panitia BCIF 2014, Agung Widiastuti mengatakan, pelaksanaan festival ini mewadahi petani untuk bersama-sama saling berbagi ilmu serta pengalaman dalam meningkatkan daya tawar mereka.

"Kami ingin memfasilitasi petani melalui festival ini bahwa dengan memiliki komitmen tinggi, maka akses pasar dapat diraih," ujarnya di Denpasar, Senin (25/8/2014).

Saat ini petani kakao yang mengantongi food sertificate masih segelintir. Padahal, daya tawar tersebut berada dalam sebuah sertifikat. Dia mencontohkan, petani kakao di Jembrana yang telah mengantongi food sertificate dan akhirnya mampu menaikkan daya tawar sehingga produknya terjual di harga premium.

Dalam festival nanti diharapkan ada semacam proses berbagi pengalaman antar petani dari wilayah lain. Bahkan, dia sangat berharap lahir sebuah sikap bersama untuk kemajuan lebih baik.

Festival ini pula sebagai upaya mendekatkan peserta dengan masyarakat penghasil kakao di Jembrana yang menjadikan tanaman tersebut sebagai sumber pendapatan utama. Apalagi, jelasnya, dengan semakin banyaknya industri kecil yang membutuhkan cokelat lokal dengan original taste maka potensi kakao semakin besar.

"Dalam festival ini kami ingin bangun wadah, buyer dan komponen Jembrana bisa hadirkan komitmen kuat untuk kapasitas mereka,” papar Direktur Kalimajari.

BICF ini akan berisikan kegiatan seperti eksebhisi, konferensi internasional dan workshop kakao, kuliner cokelat, busines gathering, CSR, serta dimeriahkan beberapa kegiataan kebudayaan budaya lokal.

Festival ini rencananya akan dihadiri petani kakao dari Aceh, Lampung, Sulsel, Papua, serta beberapa petani di NTT, serta delegasi dari Asia seperti Vietnam, Timor Leste.

Sementara itu Sekretaris BCIF 2014, Teresia Widianti, menambahkan penyelenggaraan kegiataan ini untuk meningkatkan added value petani. Menurutnya, selama ini kondisi petani saat bersatu mampu mendapatkan akses pasar, tetapi kurang kuat.

"Ini upaya coba mengundang petani-petani yang belum tahu bahwa kalau menjual ke tengkulak tidak akan memberikan posisi tawar," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laju Ekspor Biji Kakao...
Laju Ekspor Biji Kakao Sulsel Tetap Kencang di Masa Pandemi Covid-19
Harga Kakao Turun di...
Harga Kakao Turun di Tingkat Petani
Platform Webtoon Berstandar...
Platform Webtoon Berstandar Internasional ‘Kakao Webtoon’ Diluncurkan di Indonesia
Tingkatkan Nilai Produk...
Tingkatkan Nilai Produk Kakao, Kemendag Jajaki Kerja Sama dengan Italia
PT Mars Target Dukung...
PT Mars Target Dukung Peningkatan Kesejahteraan 9.000 Petani Kakao
Melihat Proses Produksi...
Melihat Proses Produksi Coklat di Doesoen Kakao
Berita Terkini
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
21 menit yang lalu
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
35 menit yang lalu
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
2 jam yang lalu
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
3 jam yang lalu
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved