Harga Jual Emas Antam Stagnan Selama Tujuh Hari
Rabu, 27 Agustus 2014 - 09:26 WIB
Harga Jual Emas Antam Stagnan Selama Tujuh Hari
A
A
A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ketiga pekan ini melanjutkan posisi bertahannya sejak Selasa pekan lalu (19/8/2014). Dengan begitu, harga jual emas Antam stagnan selama tujuh hari perdagangan berturut-turut.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Rabu (27/8/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram masih dibanderol pada harga Rp531.000 per gram. Harga beli (buyback) emas perseroan stagnan di harga Rp474.000 per gram, setelah kemarin turun Rp1.000 per gram.
Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.022.000, dengan harga per gram Rp511.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.515.000 dengan harga Rp505.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.008.000 dengan harga per gram Rp502.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.510.000 dengan harga per gram dihargai Rp502.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.970.000, dengan harga per gram Rp497.000.
Harga emas 25 gram Rp12.350.000 dengan harga per gram Rp494.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.650.000, dengan harga per gram Rp493.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp49.250.000, dengan harga per gram Rp492.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp123.000.000, dengan harga per gram Rp492.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp245.800.000, dengan harga per gram Rp491.600.
Sementara emas global diperdagangkan tertahan di bawah USD1.300 per ons karena investor menimbang antara menguatnya ekonomi Amerika Serikat (AS) dan USD terhadap tanda-tanda meredanya ketegangan di seluruh dunia.
Harga logam mulia untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.282,61 per ons pada pukul 09.32 di Singapura dari haris ebelumnya USD1.281,20.
Sementara USD naik ke level tertinggi dalam hampir setahun terhadap euro di tengah spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku tahun depan, sementara Bank Sentral Eropa akan menambah stimulus.
Data hari ini mungkin menunjukkan inflasi Jerman terhenti setelah sebuah laporan kemarin menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 ke rekor baru.
"Emas dibantu oleh beberapa permintaan, tapi data ekonomi AS terus menunjukkan pertumbuhan yang baik, dan kami perkirakan menguatnya USD dan momentum saham menekan harga emas," kata analis di Huatai Great Wall Futures Co, Huang Wei seperti dilansir Bloomberg, Rabu (27/8/2014).
Emas di Comex, New York untuk pengiriman Desember terkoreksi 0,1% menjadi USD1.283,50 per ons. Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust turun kemarin, untuk hari kedua.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Rabu (27/8/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram masih dibanderol pada harga Rp531.000 per gram. Harga beli (buyback) emas perseroan stagnan di harga Rp474.000 per gram, setelah kemarin turun Rp1.000 per gram.
Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.022.000, dengan harga per gram Rp511.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.515.000 dengan harga Rp505.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.008.000 dengan harga per gram Rp502.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.510.000 dengan harga per gram dihargai Rp502.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.970.000, dengan harga per gram Rp497.000.
Harga emas 25 gram Rp12.350.000 dengan harga per gram Rp494.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.650.000, dengan harga per gram Rp493.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp49.250.000, dengan harga per gram Rp492.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp123.000.000, dengan harga per gram Rp492.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp245.800.000, dengan harga per gram Rp491.600.
Sementara emas global diperdagangkan tertahan di bawah USD1.300 per ons karena investor menimbang antara menguatnya ekonomi Amerika Serikat (AS) dan USD terhadap tanda-tanda meredanya ketegangan di seluruh dunia.
Harga logam mulia untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.282,61 per ons pada pukul 09.32 di Singapura dari haris ebelumnya USD1.281,20.
Sementara USD naik ke level tertinggi dalam hampir setahun terhadap euro di tengah spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku tahun depan, sementara Bank Sentral Eropa akan menambah stimulus.
Data hari ini mungkin menunjukkan inflasi Jerman terhenti setelah sebuah laporan kemarin menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 ke rekor baru.
"Emas dibantu oleh beberapa permintaan, tapi data ekonomi AS terus menunjukkan pertumbuhan yang baik, dan kami perkirakan menguatnya USD dan momentum saham menekan harga emas," kata analis di Huatai Great Wall Futures Co, Huang Wei seperti dilansir Bloomberg, Rabu (27/8/2014).
Emas di Comex, New York untuk pengiriman Desember terkoreksi 0,1% menjadi USD1.283,50 per ons. Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust turun kemarin, untuk hari kedua.
(rna)
Lihat Juga :