BMT Itqan Terus Genjot Komposisi Dana Anggota

Minggu, 31 Agustus 2014 - 17:52 WIB
BMT Itqan Terus Genjot...
BMT Itqan Terus Genjot Komposisi Dana Anggota
A A A
BANDUNG - Guna memberikan manfaat yang lebih kepada anggota, BMT Itqan terus berupaya menggejot dana kelola yang bukan dari perbankan. Saat ini, sebagian besar dana kelola masih berasal dari perbankan.

Komposisi dana anggota yang ada di BMT Itqan saat ini masih relatif kecil, yakni hanya 15% dari total dana yang dikelola Rp25 miliar. Bentuk dana kelola dari anggota antara lain simpanan pokok, wajib, sukarela, khusus dan tabungan.

Akibat dari besarnya dana kelola yang berasal dari perbankan, seperti dikatakan Manager Operasional BMT Itqan Udin Nurtomo, pihaknya harus membagi hasil kepada bank dalam jumlah yang cukup banyak pula.

"BMT Itqan membagi hasil ke bank sekitar Rp350 juta/bulan. Ditambah dengan pembayaran pokok," ujarnya, Minggu (31/8/2014).

Langkah nyata yang dilakukan BMT Itqan di antaranya dengan menggenjot pertumbuhan anggota baru. Hingga akhir 2014, pihaknya menargetkan jumlah anggota mencapai angka sekitar 15.000 orang.

"Anggota kami saat ini sudah lebih dari 10.000 orang dengan sekitar 7.300 di antaranya merupakan anggota aktif," kata dia.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan di BMT Itqan di antaranya dengan membuat beragam program simpanan yang inovatif demi menarik anggota agar tertarik menyimpan dana.

Salah satu program yang menjadi andalan adalah Simpanan Berjangka (SiJaka). Program ini berupa simpanan yang waktu pengambilannya sesuai perjanjian yang disepakati. Tersedia dalam empat pilihan jangka waktu, tiga bulan, enam bulan, 12 bulan, dan 24 bulan.

"Akadnya menggunakan mudharabah, atau bagi hasil. Nasabah akan mendapatkan bagi hasil dari pendapatan BMT Itqan setiap bulan, yang akan dimasukkan ke dalam rekening Simpanan Sukarela (SIRELA)," terangnya.

Selain itu, ada juga Simpanan Terencana (Sirena) yang salah satunya diperuntukan untuk biaya pendidikan. Produk simpanan ini berjangka waktu minimal satu tahun dengan besaran nominal dana penyimpanan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan.

"Contohnya, jika menyimpan Rp100 ribu per bulan dalam 10 tahun, maka akan menjadi Rp19,3 juta," katanya.

Dia menegaskan, dana kelola yang dihimpun dari anggota akan dijadikan sumber pembiayaan mikro syariah bagi keluarga pra sejahtera. Pihaknya menjamin dana akan dikelola secara amanah dan profesional.

Produk pembiayaan BMT Itqan meliputi pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi dan pembiayaan konsumtif. Rata-rata plafon dapat menyentuh Rp10 juta.

Ada program yang berbeda yang ditawarkan oleh BMT Itqan. Pembiayaan diberikan dalam bentuk pembiayaan kumpulan. Anggota berkumpul dengan membentuk Rembug Pusat, setiap rembug pusat terdiri dari 3-8 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 orang anggota.

Rembug pusat dilakukan di tempat yang mampu menampung seluruh anggota. Waktu RP berlangsung pukul 08.00-11.00 pada hari Senin-Kamis.

Sementara, Center Manager adalah petugas lapangan dari BMT Itqan bertugas mengelola RP dalam hal rekrutmen anggota, melatih anggota dalam Latihan Wajib Kumpulan, melakukan transaksi pencairan pembiayaan, pengumpulan angsuran, penyetoran dan penarikan simpanan. Akad yang digunakan Al-Murabahah, Al-Mudharabah, dan Al-Ijarah.

"Kami menkreasi sistem seperti ini sebagai upaya untuk mencegah kredit macet. Melalui mikro syariah ini, kami punya misi mengentaskan kemiskinan," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tranformasi Koperasi...
Tranformasi Koperasi untuk Generasi Muda
Anggota KSP Sejahtera...
Anggota KSP Sejahtera Bersama Minta Kemenkop Bantu Selesaikan Masalah
HUT ke-77 Harkopnas,...
HUT ke-77 Harkopnas, Momentum Persatuan Gerakan Koperasi
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
DDI Galbar Gagas Koperasi...
DDI Galbar Gagas Koperasi Berbasis Manajemen Madrasah
Transformasi Koperasi...
Transformasi Koperasi Digital 4.0 ala MMSI Fokus Sejahterakan Anggotanya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved