Inflasi Agustus Jabar Tercatat 0,44%

Senin, 01 September 2014 - 15:29 WIB
Inflasi Agustus Jabar...
Inflasi Agustus Jabar Tercatat 0,44%
A A A
BANDUNG - Sempat dikeluarkannya kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi selama sembilan hari di bulan Agustus belum memperlihatkan pengaruh yang signifikan terhadap angka inflasi. Meskipun sebelumnya sempat ada kekhawatiran terjadinya gejolak harga yang berimbas pada inflasi.

Namun demikian, sudah ada lampu kuning terhadap laju inflasi tahun kalender 2014 (year to date) saat ini yang sebesar 3,08%. Pasalnya, dengan waktu sekitar empat bulan hingga akhir tahun, ada keraguan tidak akan tercapainya target inflasi sebesar 4,5 plus minus 1.

"Asalkan pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi, maka laju inflasi hingga akhir tahun tidak akan meleset dari target," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dody Gunawan Yusuf kepada wartawan di kantor BPS Jabar, Bandung, Senin (1/9/2014).

BPS Jabar mencatat, laju inflasi Agustus 2014 di Jabar mencapai 0,44%, lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,47%.

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi antara lain bahan makanan sebesar 0,19%, disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,51%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,486, kelompok sandang 0,08%, kelompok kesehatan 0,28%, kelompok pendidikan 3,13%, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,43%.

Dia menjelaskan, inflasi ini didapat dari indeks harga konsumen (IHK) di 7 kota di Jabar antara lain Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Depok.

"Inflasi tertinggi terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,91%, dan yang terendah Kota Sukabumi sebesar 0,25%," katanya.

Menurutnya, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga menjadi penyumbang inflasi tertinggi karena dimulainya tahun ajaran SD, tarif SMA, tarif SMP, tarif perguruan tinggi, dan taman kanak-kanak.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Wilayah VI Dian Ediana Rae mengungkapkan, sempat turunnya kebijakan pembatasan BBM bersubsidi, akan sangat berdampak pada inflasi.

"Pencapaian angka laju inflasi jelas akan meleset dari prediksi di awal tahun jika sampai pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi. Harus ada hitung ulang (re-assesment) target inflasi kalau hal itu terjadi," katanya.

Sementara itu, Kepala Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jabar Ferry Sofwan Arief mengatakan, hal yang masih bisa didorong untuk mengendalikan inflasi akibat kebijakan tersebut di antaranya adalah operasi pasar murah (OPM) kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas).

Anggaran Rp 10 miliar yang dikeluarkan untuk OPM pada masa Ramadhan beberapa waktu lalu baru terserap sekitar Rp 6,7 miliar. Dan sisanya sekitar Rp 3,3 miliar bisa diserap oleh kabupaten/kota yang mengajukan.

"Dana tersebut tidak bisa ditambah karena pembahasan APBD-P sudah lewat. Jadi kita hanya bisa memanfaatkan sisa OPM Kepokmas yang lalu," ungkapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved