SBY dan Jokowi Harus Berani Naikkan Harga BBM

Jum'at, 05 September 2014 - 11:06 WIB
SBY dan Jokowi Harus...
SBY dan Jokowi Harus Berani Naikkan Harga BBM
A A A
JAKARTA - Berbagai kalangan terus meminta ketegasan pemerintah mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Praktisi migas Eddy Tampi menegaskan, kenaikan harga BBM sangat penting untuk mencegah terjadinya penyelundupan minyak ke luar negeri dan menghindari terjadinya pengoplosan minyak oleh para retailer.

"Impor minyak kita beli dengan dolar AS, tetapi kita menjualnya di dalam negeri dengan rupiah. Ini tidak menyelesaikan masalah tapi menguras devisa negara," kata dia saat diskusi mengenai dunia migas di Graha Sele, Jumat (5/9/2014).

Eddy menyarankan agar Presiden SBY pada akhir masa jabatannya dan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) membuat konsensus, yakni menaikkan harga BBM subsidi masing-masing sebesar Rp2.000.

Jika subsidi minyak dikurangi secara bertahap, maka sebagian dananya dapat digunakan untuk rakyat. Di antaranya dengan pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Namun, cara penyalurannya dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari dinas sosial, Pemda (RT/RW), kepolisian, bank BUMN dan LSM. Jika telah memenuhi persyaratan maka dibuat dokumentasi dan langsung diberikan nomor rekening untuk penyaluran BLSM.

"Parpol dan seluruh rakyat harus mendukung, sesuai UUD 45 seluruh kekayaan alam adalah untuk kemakmuran rakyat. Sebagian dana juga dapat digunakan untuk meningkatkan infrastruktur," kata Eddy yang juga Chairman PT Sele Raya sebuah perusahaan migas nasional.

Jika hal ini ingin segera terealisasi, lanjut dia, maka mencari cadangan minyak baru dengan eksplorasi dan produksi adalah harga mati yang harus segera dijalankan.

Sebagai informasi, seharusnya Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-JK tidak perlu panik, opportunity income ada di depan mata. Pertama, lapangan INPEX di Blok Masela di Laut Arafura dengan total cadangan gas terbukti 6 TCF yang siap diproduksi (senilai USD54 miliar).

Kedua, IDD Chevron, negara akan mendapat income sekitar USD15 miliar. Ketiga, Genting Oil Kasuri di Papua dengan total gas cadangan yang terbukti 2 TCF

"Kami mohon segera membuat UU privilege untuk industri migas di Indonesia agar proses perizinan dan pembebasan lahan diurus sendiri oleh pemerintah. Saya yakin satu tahun ke depan Indonesia bisa menikmati produksi 1,1 juta barel per hari," pungkas Eddy.

(Baca: Kenaikan Harga BBM, SBY Serahkan kepada Jokowi)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
7 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
34 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
47 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
1 jam yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
3 jam yang lalu
Infografis
Mahasiswi ITB Ditangkap...
Mahasiswi ITB Ditangkap Gara-gara Meme Prabowo dan Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved