Jokowi Diminta Naikkan Harga BBM Subsidi Tahun Ini
Jum'at, 05 September 2014 - 20:40 WIB
Jokowi Diminta Naikkan Harga BBM Subsidi Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mendeklarasikan, bahwa pihaknya tak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi hingga akhir masa pemerintahannya Oktober mendatang.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani berharap agar pemerintahan mendatang, dalam hal ini Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dapat menaikkan harga BBM subsidi di tahun ini.
"Kalau saya lihat sampai akhir tahun ini masih bagus (naikkan harga BBM subsidi), karena inflasi masih rendah," tutur dia di JCC Jakarta, Jumat (5/9/2014).
Ekonom dari Institute for Development of Economic and Financial (INDEF) ini berdalih, tahun depan diperkirakan ada problem kenaikan harga barang, sebab saat ini tarif dasar listrik (TDL) telah mengalami dua hingga tiga Kali Kenaikan secara bertahap.
"Kalau tahun depan itu problemnya orang udah mulai naikin harga karena pengusaha kan TDL nya naik sekarang," ucap Aviliani.
Menurutnya, meski kenaikan TDL telah terjadi sejak saat ini, namun pengusaha justru cenderung akan menaikkan harga produknya tahun depan.
"Pengusaha itu kan gak langsung naikin harga karena TDL-nya sekarang. Menurut saya kecenderungannya awal tahun mereka naikin harga. Jadi kalau tahun depan pengusaha baru naikin harga terus ada BBM (naik) cenderung double, jadi akhir Desember ini lebih bagus," jelas dia.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani berharap agar pemerintahan mendatang, dalam hal ini Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dapat menaikkan harga BBM subsidi di tahun ini.
"Kalau saya lihat sampai akhir tahun ini masih bagus (naikkan harga BBM subsidi), karena inflasi masih rendah," tutur dia di JCC Jakarta, Jumat (5/9/2014).
Ekonom dari Institute for Development of Economic and Financial (INDEF) ini berdalih, tahun depan diperkirakan ada problem kenaikan harga barang, sebab saat ini tarif dasar listrik (TDL) telah mengalami dua hingga tiga Kali Kenaikan secara bertahap.
"Kalau tahun depan itu problemnya orang udah mulai naikin harga karena pengusaha kan TDL nya naik sekarang," ucap Aviliani.
Menurutnya, meski kenaikan TDL telah terjadi sejak saat ini, namun pengusaha justru cenderung akan menaikkan harga produknya tahun depan.
"Pengusaha itu kan gak langsung naikin harga karena TDL-nya sekarang. Menurut saya kecenderungannya awal tahun mereka naikin harga. Jadi kalau tahun depan pengusaha baru naikin harga terus ada BBM (naik) cenderung double, jadi akhir Desember ini lebih bagus," jelas dia.
(gpr)
Lihat Juga :