Pembebasan Lahan untuk PLTU Batang Tidak Bisa Dipaksakan
Jum'at, 05 September 2014 - 20:40 WIB
Pembebasan Lahan untuk PLTU Batang Tidak Bisa Dipaksakan
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang direncanakan di Batang Jawa Tengah memang masih terkendala masalah lahan hingga saat ini. Namun tidak menutup kemungkinan jika lahan tersebut dibebaskan jika rakyat di sana berubah pikiran.
"Kalau nanti akhirnya mereka merelakan ya malah bagus dong, nanti kita jadi punya 2 PLTU , 2x 2x 1000 megawatt jadi 4.000 megawatt. Saya rasa itu tidak mustahil," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (5/9/2014).
Ganjar juga mengakui sudah melakukan konsultasi dan diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengenai lahan yang ditahan oleh masyarakat sekitar Batang.
"Ya saya sudah bicarakan dengan pak Menko ya bahwa kalau lahan itu tidak mau dibebaskan, ya mau enggak mau kita buka tempat baru yang pastinya di wilayah Jawa Tengah juga," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan PLTU Batang memang masih terkendala masalah tanah rakyat yang tidak bisa dipaksakan untuk melepas.
"Iya meskipun lahannya kecil, tapi kalau itu tanah orang gimana? Enggak mau dijual gimana? Ada kepentingan-kepentingan yang muncul juga. Nah, kalau itu tanahmu, enggak mau kamu jual, apakah harus kita paksa? Nanti kalau kita paksa melanggar HAM," ujarnya.
"Kalau nanti akhirnya mereka merelakan ya malah bagus dong, nanti kita jadi punya 2 PLTU , 2x 2x 1000 megawatt jadi 4.000 megawatt. Saya rasa itu tidak mustahil," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (5/9/2014).
Ganjar juga mengakui sudah melakukan konsultasi dan diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengenai lahan yang ditahan oleh masyarakat sekitar Batang.
"Ya saya sudah bicarakan dengan pak Menko ya bahwa kalau lahan itu tidak mau dibebaskan, ya mau enggak mau kita buka tempat baru yang pastinya di wilayah Jawa Tengah juga," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan PLTU Batang memang masih terkendala masalah tanah rakyat yang tidak bisa dipaksakan untuk melepas.
"Iya meskipun lahannya kecil, tapi kalau itu tanah orang gimana? Enggak mau dijual gimana? Ada kepentingan-kepentingan yang muncul juga. Nah, kalau itu tanahmu, enggak mau kamu jual, apakah harus kita paksa? Nanti kalau kita paksa melanggar HAM," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :