TDL Naik Lagi, Pengusaha Kecil Menjerit

Sabtu, 06 September 2014 - 10:45 WIB
TDL Naik Lagi, Pengusaha...
TDL Naik Lagi, Pengusaha Kecil Menjerit
A A A
PAMEKASAN - Sejumlah pengusaha kecil yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur (Jatim) menjerit pasca kenaikan tarif dasar listrik (TDL) oleh PLN.

Sebab, dengan naiknya TDL untuk 1.300 VA per 1 September 2014, membuat biaya produksi membengkak. Para pengusaha kecil mendesak PLN supaya mencarikan solusi atau kebijakan khusus terhadap pengusaha kecil.

Bila kondisi ini tetap berlanjut, para pengusaha kecil terancam gulung tikar. Selama setahun tercatat PLN sudah menaikkan TDL sebanyak tiga kali.

Pengusaha kecil bidang jahit, Hafadz Mawazin, warga Kelurahan Parteker, Pamekasan mengatakan, seharusnya PLN tidak asal menaikan TDL, karena dampaknya bagi pengusaha kecil sangat menyiksa.

Namun, terlebih dulu harus mengkaji kebijakan tersebut sebelum menaikkan TDL. Sehingga masyarakat dan para pengusaha kecil tidak semakin terbebani.

Kenaikan TDL sangat dirasakan berat oleh salah seorang pengusaha kecil yang bergerak di bidang jahit pakaian ini.

Mereka harus menaikkan ongkos jahit pakaian terhadap pelanggannya. Walaupun berat, itu terpaksa dilakukan untuk menyeimbangkan biaya produksi dengan pemasukan.

"Jika tidak begitu, kami akan rugi terus menerus. Kalau sudah begitu, usaha jahit saya ini akan tutup karena tidak mendapat untung," terangnya Sabtu (6/9/2014).

Dia menjelaskan, sebelum kenaikan TDL ongkos jahit pakaian rata-rata paling murah Rp75 ribu per potong. Tapi, kali ini dinaikkan menjadi Rp80 ribu per potong.

Meskipun ongkos jahit mengalami kenaikan, pihaknya mendapat untung sedikit karena tingginya operasional.

"Apalagi sebentar lagi pemerintah mau menaikkan harga BBM, yang biasanya diikuti dengan kenaikan harga bahan baku. Kondisi itu semakin memperparah usaha kami agar tetap sehat," ucapnya.

Hafadz berharap PLN bisa memberikan kebijakan khusus bagi pengusaha kecil agar TDL tidak naik. Sehingga biaya operasional tidak membengkak seperti sekarang.

Sementara, Manajer PLN Rayon Pamekasan Purnomo melalui Supervisor Administrasi Rudi Hartono menyatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa karena itu merupakan kebijakan PLN pusat. Dia hanya sebagai pelaksana di daerah. "Kami di sini tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Rudi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved