Tak Mudah Bubarkan SKK Migas

Rabu, 10 September 2014 - 17:15 WIB
Tak Mudah Bubarkan SKK...
Tak Mudah Bubarkan SKK Migas
A A A
JAKARTA - Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas Aussie B Gautama menuturkan sulit mengubah alat maupun tata kelola SKK Migas di saat krisis energi.

Sebab, dampaknya akan jauh lebih besar jika mengubah tata kelola energi di saat alat tata kelolanya masih berjalan.

Hal itu dikatakan Aussie menanggapi pernyataan pengamat energi Kurtubi meminta Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) membubarkan SKK Migas.

Kurtubi menilai SKK Migas tidak memiliki entitas lembaga yang kuat dan mengikat sesuai aturan.

"Isu yang berkembangkan ingin membubarkan SKK Migas. Itu kan alat menjalankan tata kelola. Yang menginginkan SKK Migas bubar, tidak mengerti yang terjadi di industri migas kita," kata Aussie di Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Menurutnya, jumlah pegawai SKK Migas sebesar 1.600 orang, bukan tiga ribu pegawai seperti yang dikatakan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.

"Itu pun termasuk yang kontrak 800 pegawai. Permanennya 800 pegawai," imbuh dia.

Aussie juga menuturkan, saat dalam pengawasan PT Pertamina, besaran lifting minyak dihitung dalam satu tahun buku. Sehingga, cost recovery hanya bersifat pemutihan.

Dia mencontohkan, rapat yang dilakukan pada April 1998 bisa disetujui pada Oktober 1998. "Kalau seperti itu enak Pertamina, masih satu buku," ujarnya.

Kendati mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan pada pemerintahan mendatang, namun dia tetap berharap ada pertimbangan matang mengenai wacana pembubaran SKK Migas.

Terlebih, saat situasi krisis energi seperti saat ini. "Dulu BP Migas di bubarkan, MK saja keputusannya enggak bulat. Jadi bisa dipertimbangkan kembali jika ingin membubarkan SKK Migas," tukas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
Investor Hulu Migas...
Investor Hulu Migas Asal Kanada Hengkang dari RI, Ini Alasannya
SKK Migas Dorong Peningkatan...
SKK Migas Dorong Peningkatan Efek Berganda Hulu Migas Bagi Ekonomi Daerah
Reformasi Perizinan...
Reformasi Perizinan dan Efisiensi Rantai Suplai Jadi Fokus SKK Migas di 2026
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Terungkap! Cadangan...
Terungkap! Cadangan Migas RI Naik Jadi 131,2 Juta Barel
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
18 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
41 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
58 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved