Pengusaha Mikro Tak Masalah Hadapi Kenaikan Elpiji 12 kg

Rabu, 10 September 2014 - 21:13 WIB
Pengusaha Mikro Tak...
Pengusaha Mikro Tak Masalah Hadapi Kenaikan Elpiji 12 kg
A A A
JAKARTA - Bagi pelaku usaha mikro, kenaikan harga gas elpiji 12 kg yang baru saja digaungkan oleh PT Pertamina (Persero) tidak menjadi masalah yang besar. Pasalnya, banyak pelaku usaha mikro mengambil siasat untuk menaikkan harga dari produk mereka mengikuti kenaikan elpiji 12 kg.

Adalah Wiji Nurhayat (25), owner dari Abi Lucky Kebab yang akan melakukan hal tersebut untuk mengimbangi harga elpiji 12 kg yang baru saja dinaikkan.

"Ya, Sepertinya harganya akan kami naikkan, saya sedang menghitung-hitung untuk kedepannya. Kemungkinan besar akan terjadi kenaikan Rp1.000/pcs, karena kan saat ini harga gas elpiji di tingkat pengecer di Papanggo sudah Rp125.000/tabung," ujar pria yang membuka usaha bersama seorang temannya tersebut kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Wiji menuturkan, jika dalam usaha kebabnya tersebut harus menguragi bahan-bahan atau komponen yang ada di dalam kebabnya sendiri (daging dan letuce) menurutnya itu akan merubah tingkah laku pasar.

"Jadi saya berpikir bagaimana jika porsinya tetap namun menaikkan harga Rp1.000. Kita percaya bahwa konsumen yang sudah percaya dengan kita, tidak akan ada masalah dengan kenaikan tersebut," ujar pria yang juga bekerja di salah satu media ini.

Ketika ditanyai untuk pindah ke elpiji 3 kg, Wiji belum berniat untuk itu, karena diakuinya, dengan menggunakan gas elpiji 12 kg saja, kedainya sudah bisa meraup untung.

"Kalau pindah ke elpiji 3 kg sih saya rasa enggak ya, karena dengan pakai gas ini kita juga sudah dapat untung kok, yang penting usaha bisa jalan meski untung kecil dan tidak defisit," tandas pria yang membuka usahanya sejak 5 bulan lalu ini.

(Baca: Elpiji 12 Kg Resmi Naik Jadi Rp114 Ribu/Tabung)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
4 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
4 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
5 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
8 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
9 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
9 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved