HT: Kenaikan Elpiji 12 Kg Dampak Masalah APBN

Kamis, 11 September 2014 - 15:23 WIB
HT: Kenaikan Elpiji...
HT: Kenaikan Elpiji 12 Kg Dampak Masalah APBN
A A A
JAKARTA - CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) menilai, kenaikan harga elpiji 12 kg sebagai dampak dari masalah APBN.

Menurutnya, agar PT Pertamina tidak selalu merugi, pemerintah harus mencari cara untuk meningkatkan pendapatan negara, sehingga dapat menyubsidi rakyat kecil.

"Kenaikan harga gas elpiji kita ini masalah di APBN. Sebetulnya yang harus diselesaikan bagaimana kita meningkatkan pendapatan negara, devisa dimaksimalkan, sehingga subsidi bisa berjalan," ujarnya di Auditorium MNC Tower, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

HT menyebutkan, akibat kenaikan elpiji ini ada yang diuntungkan dan ada juga dirugikan. Bahkan, di negara maju paling mapan juga seperti itu.

"Sehingga, negara tetap menyubsidi. Di Amerika rumah disubsidi, pendidikan disubsidi, kesehatan disubsidi. Kita juga harus tetap fokus memberikan subsidi terhadap masyarakat, caranya demikian," terang HT.

Jika APBN bermasalah, solusinya bukan mencabut subsidi. Tapi, bagaimana caranya meningkatkan pendapatan negara agar pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat tidak mampu.

"Jadi, kenaikan elpiji ini saya harapkan sementara. Paling penting sekarang pendapaatan negara harus ditingkatkan lagi," katanya.

HT mengatakan banyak cara untuk meningkatkan pendapatan. "Sehingga banyak uang, dan kita dapat membantu masyarakat kurang mampu dalam memberikan subsidi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Jumat 12 Desember 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved