Bank Asing Optimis Perkuat Perannya di Indonesia
Kamis, 11 September 2014 - 16:26 WIB
Bank Asing Optimis Perkuat Perannya di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi bank asing di Indonesia optimis dapat memperkuat perannya di tanah air. Caranya, dengan terus mengucurkan pembiayaan di dalam negeri.
Sektor produktif dan jangka panjang akan menjadi strategi andalan sebagai pintu masuknya investasi asing.
Sekjen Asosiasi Bank Asing di Indonesia (The Foreign Banks Association of Indonesia/FBAI) Kemal Stamboel mengatakan, 26 bank asing di Indonesia siap menyalurkan pembiayaan ke sektor manufaktur dan infrastruktur.
Investasi asing ini akan fokus pada sektor produktif dan jangka panjang dengan tenor di atas 10-20 tahun. Salah satu yang sedang didekati adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Hal ini berhubungan dengan wacana pemerintah yang ingin mengurangi utang dari luar negeri.
"Sektor ini sangat menarik dan pemerintah membutuhkan dukungan. Pembiayaan dari luar negeri tetap dibutuhkan di sektor produktif," ujar Kemal saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Salah satu investasi yang diincar bank asing yaitu pengembangan infrastruktur PT Pelindo II sebesar USD1 miliar, atau sekitar Rp11,81 triliun.
Namun, dia menyebutkan belum ada kesepakatan yang dilakukan. Pemerintah juga membuka kesempatan lebih luas untuk masuk ke perikanan tangkap hingga pengolahan ikan.
Kendala yang dirasakan bank asing karena tidak adanya koordinasi yang jelas antar kementerian dan lembaga pendukung lainya.
"Dibutuhkan pelayanan lebih terkoordinir antar kementerian dan yang efektif. Karena kelautan dan perikanan membutuhkan pendanaan lebih besar dari asing," ujarnya.
Sektor produktif dan jangka panjang akan menjadi strategi andalan sebagai pintu masuknya investasi asing.
Sekjen Asosiasi Bank Asing di Indonesia (The Foreign Banks Association of Indonesia/FBAI) Kemal Stamboel mengatakan, 26 bank asing di Indonesia siap menyalurkan pembiayaan ke sektor manufaktur dan infrastruktur.
Investasi asing ini akan fokus pada sektor produktif dan jangka panjang dengan tenor di atas 10-20 tahun. Salah satu yang sedang didekati adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Hal ini berhubungan dengan wacana pemerintah yang ingin mengurangi utang dari luar negeri.
"Sektor ini sangat menarik dan pemerintah membutuhkan dukungan. Pembiayaan dari luar negeri tetap dibutuhkan di sektor produktif," ujar Kemal saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Salah satu investasi yang diincar bank asing yaitu pengembangan infrastruktur PT Pelindo II sebesar USD1 miliar, atau sekitar Rp11,81 triliun.
Namun, dia menyebutkan belum ada kesepakatan yang dilakukan. Pemerintah juga membuka kesempatan lebih luas untuk masuk ke perikanan tangkap hingga pengolahan ikan.
Kendala yang dirasakan bank asing karena tidak adanya koordinasi yang jelas antar kementerian dan lembaga pendukung lainya.
"Dibutuhkan pelayanan lebih terkoordinir antar kementerian dan yang efektif. Karena kelautan dan perikanan membutuhkan pendanaan lebih besar dari asing," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :