IHSG Diproyeksi Mencoba Menuju Gap di Level 5.113

Jum'at, 12 September 2014 - 08:22 WIB
IHSG Diproyeksi Mencoba...
IHSG Diproyeksi Mencoba Menuju Gap di Level 5.113
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi bergerak variatif dengan kecenderungan melemah dan mencoba menuju gap sebelumnya di level 5.113.

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak mixed to down dan masih coba menuju gap sebelumnya di 5.113.

"Hari ini Indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah menuju level 5.113," kata dia, Jumat (12/9/2014).

Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.118 dan resistance 5.163. Sementara sentimen dari global variatif.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak mixed menjelang penjatuhan sanksi baru bagi Rusia oleh Uni Eropa. Pelemahan dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,12%. Sedangkan indeks S&P500 menguat sebesar 0,09%.

Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh penantian rapat The Fed yang dilangsungkan 16-17 September mendatang. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,12%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat 0,43%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik 0,23% ke level USD93,04 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,20% ke posisi USD1.245 per ons.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 7,5%. Menurut BI, langkah ini diambil demi memperkuat struktur perekonomian dan kebijakan moneter dalam negeri, yang imbasnya bisa menjaga laju inflasi.

Dari sisi politik, presiden terpilih Joko Widodo berencana menghapus jabatan wakil menteri dalam jajaran kabinetnya yang akan datang. Langkah ini diambil demi melakukan penghematan anggaran, serta penghapusan kewenangan yang tumpang tindih.

Selain itu, Joko Widodo juga mengisyaratkan akan mempertahankan jumlah kementerian yang dipimpinnya, yakni sebanyak 34 kementerian. Namun, kemungkinan besar akan ada kementerian yang dilebur, dan akan ada beberapa kementerian baru.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
Jelang Rilis Suku Bunga...
Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, IHSG Belum Akan Berubah Banyak
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
11 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
20 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
41 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved