BTN Semarang Optimis Salurkan KPR Rp560 M
Sabtu, 13 September 2014 - 03:27 WIB
BTN Semarang Optimis Salurkan KPR Rp560 M
A
A
A
SEMARANG - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Cabang Semarang optimis hingga akhir 2014 menyalurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Rp560 miliar, untuk rumah subsidi dan non subsidi.
Kepala Cabang Semarang PT BTN Dante S Nugroho mengatakan, untuk KPR rumah subsidi tahun ini ditargetkan Rp120 miliar, dan sudah terealisasi Rp80 miliar.
Sementara, untuk KPR rumah non subsidi ditargetkan mencapai Rp440 miliar dan realisasi Rp140 miliar.
Selanjutnya, kredit non perumahan (apartemen) ditargetkan Rp300 miliar dengan realisasi sebesar Rp90 miliar.
"Meski secara total hingga saat ini baru terealisasi Rp310 miliar dari target Rp560 miliar, namun kami tetap optimis target dapat tercapai hingga akhir tahun ini," katanya, jumat (12/9/2014).
Apalagi, di wilayah Semarang saat ini banyak perumahan dan apartemen baru, yang membutuhkan banyak pembiayaan.
Dia mengaku, khusus untuk apartemen pihaknya sudah ada MoU dengan beberapa developer dan dipastikan target penyaluran kredit di sektor non perumahan segera tertutup.
Secara Nasional, penyaluran KPR melalui BTN ditargetkan mampu menembus Rp17 triliun. Target ini optimis tercapai seiring tingginya kebutuhan rumah dan potensi bisnis properti menjanjikan.
Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk Maryono mengatakan, semester I/2014 penyaluran KPR secara nasional tercapai Rp9 triliun.
Pada semester II/2014, sisa target sebesar Rp8 trili dipastikan akan terlampaui. Dia mengaku, tren KPR biasanya melambat di semester I, dan semester II terus naik.
Sehingga, lanjut dia, pihaknya optimis target KPR BTN pada semester dua akan mampu mencapai target yang telah ditetapkan.
"Target KPR tersebut diharapkan mampu membiayai minimal 60.000 unit rumah subsidi, dan sektor swasta," terangnya.
Namun, jumlah tersebut masih lebih rendah dari kebutuhan rumah nasional yang jumlahnya baru 15 juta unit.
Pihaknya melihat, percepatan pembangunan rumah tidak hanya membutuhkan peran perbankan dan developer saja, melainkan juga pemerintah yang mengatur regulasi.
"BTN sendiri, selama ini banyak menggarap sektor properti, melalui KPR BTN, di mana bisnis tersebut masih sangat prospektif," terangnya.
Kepala Cabang Semarang PT BTN Dante S Nugroho mengatakan, untuk KPR rumah subsidi tahun ini ditargetkan Rp120 miliar, dan sudah terealisasi Rp80 miliar.
Sementara, untuk KPR rumah non subsidi ditargetkan mencapai Rp440 miliar dan realisasi Rp140 miliar.
Selanjutnya, kredit non perumahan (apartemen) ditargetkan Rp300 miliar dengan realisasi sebesar Rp90 miliar.
"Meski secara total hingga saat ini baru terealisasi Rp310 miliar dari target Rp560 miliar, namun kami tetap optimis target dapat tercapai hingga akhir tahun ini," katanya, jumat (12/9/2014).
Apalagi, di wilayah Semarang saat ini banyak perumahan dan apartemen baru, yang membutuhkan banyak pembiayaan.
Dia mengaku, khusus untuk apartemen pihaknya sudah ada MoU dengan beberapa developer dan dipastikan target penyaluran kredit di sektor non perumahan segera tertutup.
Secara Nasional, penyaluran KPR melalui BTN ditargetkan mampu menembus Rp17 triliun. Target ini optimis tercapai seiring tingginya kebutuhan rumah dan potensi bisnis properti menjanjikan.
Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk Maryono mengatakan, semester I/2014 penyaluran KPR secara nasional tercapai Rp9 triliun.
Pada semester II/2014, sisa target sebesar Rp8 trili dipastikan akan terlampaui. Dia mengaku, tren KPR biasanya melambat di semester I, dan semester II terus naik.
Sehingga, lanjut dia, pihaknya optimis target KPR BTN pada semester dua akan mampu mencapai target yang telah ditetapkan.
"Target KPR tersebut diharapkan mampu membiayai minimal 60.000 unit rumah subsidi, dan sektor swasta," terangnya.
Namun, jumlah tersebut masih lebih rendah dari kebutuhan rumah nasional yang jumlahnya baru 15 juta unit.
Pihaknya melihat, percepatan pembangunan rumah tidak hanya membutuhkan peran perbankan dan developer saja, melainkan juga pemerintah yang mengatur regulasi.
"BTN sendiri, selama ini banyak menggarap sektor properti, melalui KPR BTN, di mana bisnis tersebut masih sangat prospektif," terangnya.
(izz)
Lihat Juga :