UKM di Depok Ketar-ketir Elpiji 12 Kg Naik
Sabtu, 13 September 2014 - 02:05 WIB
UKM di Depok Ketar-ketir Elpiji 12 Kg Naik
A
A
A
DEPOK - Kenaikan harga elpiji 12 kg berdampak langsung pada para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Depok.
"Kenaikan ini berpengaruh pada usaha kami. Karena kami menggunakan epliji untuk mengolah makanan," kata Area Manager Teras Fried Chicken (TFC) Parman, Jumat (12/9/2014).
Dia mengaku harus membuat strategi agar usahanya tidak gulung tikar. Pihaknya tidak berani menaikkan harga jual.
Namun, dia menegaskan tidak akan mengurangi kualitas makanan yang dijualnya. "Kami tidak menaikkan harga dan tidak mengurangi kualitas rasa ayam goreng," ujarnya.
Parman mengatakan, usaha yang digeluti sejak tahun lalu ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Selain menyerap tenaga kerja, pelaku UKM lain yang linier dengan usahanya juga mampu terbantu.
Atas adanya usaha waralaba ini mampu meningkatkan geliat ekonomi masyarakat sekitar. Pihaknya juga ingin membangun perekonomian masyarakat Depok.
"Trennya bagus dalam tiga bulan pertama sudah stabil," kata Parman.
Pemilik merek dagang TFC, Tasya Ayu Hapsari mengatakan, di enam outlet yang ada saat ini pihaknya akan melakukan pemantauan agar kualitas makanan yang dijual tidak berkurang.
Targetnya, tahun ini akan dibuka hingga 100 outlet di area Jabodetabek. Dengan target pendapatan per outlet mencapai Rp60 juta per bulan.
"Kami tetap jaga kualitas dengan melakukan peninjauan ke outlet yang ada," pungkas dia.
"Kenaikan ini berpengaruh pada usaha kami. Karena kami menggunakan epliji untuk mengolah makanan," kata Area Manager Teras Fried Chicken (TFC) Parman, Jumat (12/9/2014).
Dia mengaku harus membuat strategi agar usahanya tidak gulung tikar. Pihaknya tidak berani menaikkan harga jual.
Namun, dia menegaskan tidak akan mengurangi kualitas makanan yang dijualnya. "Kami tidak menaikkan harga dan tidak mengurangi kualitas rasa ayam goreng," ujarnya.
Parman mengatakan, usaha yang digeluti sejak tahun lalu ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Selain menyerap tenaga kerja, pelaku UKM lain yang linier dengan usahanya juga mampu terbantu.
Atas adanya usaha waralaba ini mampu meningkatkan geliat ekonomi masyarakat sekitar. Pihaknya juga ingin membangun perekonomian masyarakat Depok.
"Trennya bagus dalam tiga bulan pertama sudah stabil," kata Parman.
Pemilik merek dagang TFC, Tasya Ayu Hapsari mengatakan, di enam outlet yang ada saat ini pihaknya akan melakukan pemantauan agar kualitas makanan yang dijual tidak berkurang.
Targetnya, tahun ini akan dibuka hingga 100 outlet di area Jabodetabek. Dengan target pendapatan per outlet mencapai Rp60 juta per bulan.
"Kami tetap jaga kualitas dengan melakukan peninjauan ke outlet yang ada," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :