Jokowi-JK Diminta Benahi Sektor Agraria

Jum'at, 12 September 2014 - 21:15 WIB
Jokowi-JK Diminta Benahi...
Jokowi-JK Diminta Benahi Sektor Agraria
A A A
JAKARTA - Persoalan yang terjadi di sektor agraria menjadi tugas berat yang harus dituntaskan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Saat ini, ada 7.300 kasus agraria yang masih menggantung. Pengamat pertanahan Johanes Irwanto menilai, konflik agraria akan menjadi bom waktu jika tak segera disikapi serius oleh pemerintah.

Banyak kasus sengketa agraria atau pertanahan yang terjadi di masyarakat akibat perebutan hak milik.

"Ini terjadi karena tidak ada penataan serius sejak pemerintah Hindia Belanda," katanya di Jakarta, Jumat (12/9).

Menurutnya, konflik agraria salah satunya disebabkan adanya perbedaan sertifikat kepemilikan tanah.

Tidak sedikit masyarakat yang menggunakan sertifikat tanah yang dikeluarkan pemerintahan Hindia Belanda.

Akibatnya, satu bidang tanah disengketakan banyak orang. "Kadang sebidang tanah itu diklaim tujuh orang dengan sertifikat beda," ujarnya.

Masalah agraria, kata Johanes, tidak hanya terkait perebutan hak milik tanah. Masalah lain terjadi karena pemerintah tak serius menyikapi proses alih fungsi lahan.

Dia mencontohkan, banyak lahan sawah yang dijual ke pengembang untuk dibangun perumahan, khususnya di Pulau Jawa. "Harusnya ini tidak boleh lagi. Tapi ini butuh keberanian," ucapnya.

Karena itu, dia menyarankan agar pemerintahan baru melakukan terobosan berani menuntaskan persoalan agraria. Salah satunya mengeluarkan Kepres.

Aturan tersebut nantinya menjadi pegangan kementerian agraria yang akan dibentuk Jokowi dalam menuntaskan berbagai problem agraria.

Johanes setuju rencana Jokowi membentuk kementerian agraria. Lembaga negara yang dipimpin seorang menteri diyakini akan lebih efektif dalam menuntaskan persoalan agraria.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen Jokowi Tuntaskan...
Komitmen Jokowi Tuntaskan Konflik Agraria Diakui Manfaatnya oleh Masyarakat
Konflik Lahan Masih...
Konflik Lahan Masih Tinggi, Program Reforma Agraria Tak Berjalan Optimal
Audiensi DPR–KPA,...
Audiensi DPR–KPA, Dorong Percepatan Reforma Agraria
Kemenag Soroti Konflik...
Kemenag Soroti Konflik Agraria di Vihara Amurva Bhumi Jaksel
Mendesak Badan Reforma...
Mendesak Badan Reforma Agraria
Pekerjaan Menumpuk Menteri...
Pekerjaan Menumpuk Menteri Agraria
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
26 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved