Satgas Migas Jokowi Berpotensi Munculkan Mafia Baru

Minggu, 14 September 2014 - 14:54 WIB
Satgas Migas Jokowi...
Satgas Migas Jokowi Berpotensi Munculkan Mafia Baru
A A A
JAKARTA - Peneliti dari Indonesia for Global Justice (IGC), Salamudin Daeng mengatakan, pembentukan satuan tugas (satgas) mafia migas yang diwacanakan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berpotensi mengganti "mafia lama" dengan "mafia baru".

Dia berpendapat, seharusnya Jokowi mengubah langsung sistem migas di Indonesia, bukan hanya membentuk satgas migas.

Karena, liberalisasi migas di negeri ini sudah terlalu terbuka sehingga mafia bisa bergerak dengan leluasa.

"Masyarakat yakin yang penting langkahnya ada sistem. Kalau Jokowi hanya membentuk satgas namanya, tidak lepas dari mafia lama," ujar Salamudin dalam Diskusi Publik di Dapur Selera, Jakarta, Minggu (14/9/2014).

"Pendekatan itu saya tidak percaya bisa memberantas. Bisa saja ini mengganti mafia migas lama dengan mafia (migas) baru," tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pemberantasan mafia migas haruslah dilakukan melalui pendekatan sistemik. Mengembalikan konstitusi Indonesia ke UUD 1945, di mana kekayaan alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

"Kalau satgas hanya mengganti mafia, menggeser mafia lama dengan mafia baru. Harus ada sistem negara yang mempunyai kekuasaan penuh," ucapnya.

"Satgas-satgas hanya menambah birokrasi dalam migas. Semakin tidak dapat dikendalikan hanya semakin carut marut," jelas Salamudin.

Dia menilai, saat ini mafia telah mengendalikan pemerintahan. Kondisi ini berbeda ketika masa orde baru, di mana pemerintah mengendalikan mafia. Sebab itu, perlu perombakan sistem untuk memperbaiki hal ini.

"Menyelesaikan ini tidak mungkin orang per orang, harus pendekatan sistemik. Sistem yang benar mengatasinya. Misalnya, jadikan BUMN tulang punggung negara yang powerfull dalam mengelola migas," tandasnya.

(Baca: Pemerintah Tidak Fokus Bangun Infrastruktur Energi)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved