Insentif Pajak Komponen Kapal Impor BKF Dipertanyakan

Selasa, 16 September 2014 - 09:09 WIB
Insentif Pajak Komponen...
Insentif Pajak Komponen Kapal Impor BKF Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Pelaku usaha industri galangan kapal di Indonesia mempertanyakan kalkulasi penerimaan pajak oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

Mereka menilai pemberian insentif pajak, berupa bebas Bea Masuk (BM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap komponen kapal impor bisa menekan penerimaan negara.

Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai (IPERINDO), Eddy K Logam mengatakan, kalkulasi dari BKF perlu diluruskan. Sebab, insentif pada akhirnya menguntungkan negara, bukan sebaliknya menekan penerimaan negara.

"Di mana-mana pemberian insentif pada akhirnya memberikan keuntungan buat negara. Bukan menekan penerimaan negara," jelasnya, baru-baru ini.

Seperti diketahui, kalangan usaha galangan kapal masih dikenakan BM 5-12% dan PPN 10% komponen kapal impor. Hal itu dinilai memberatkan, sebab 70% produksi kapal dalam negeri komponennya berasal dari luar negeri.

Menurut Eddy, jika BM dan PPH dibebaskan akan menggairahkan industri galangan kapal sebagai pembuat kapal di dalam negeri.

"Investor besar akan sangat banyak yang masuk ke dalam negeri membuat pabrik-pabrik pembuatan kapal. Saya optimis itu," ujarnya

"Pada akhirnya, jika investor besar banyak masuk, maka lapangan pekerjaan baru bisa terbuka dan terserap sehingga pada akhirnya akan menguntungkan negara dari sisi penerimaan lain," jelas Eddy.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved