Industri Asuransi Umum Targetkan Premi Tumbuh 20%

Rabu, 17 September 2014 - 06:27 WIB
Industri Asuransi Umum...
Industri Asuransi Umum Targetkan Premi Tumbuh 20%
A A A
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menargetkan pertumbuhan premi bruto asuransi umum sebesar 20% dari realisasi tahun 2013 sekitar Rp46,8 triliun.

Sampai dengan semester I tahun 2014, premi bruto asuransi umum sebesar Rp25,5 triliun atau naik 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dari Rp21,05 triliun.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Informasi & Analisa AAUI Dadang Sukresna mengatakan, pangsa pasar terbesar pada semester I masih di dominasi oleh premi asuransi kendaraan bermotor, harta benda, dan kesehatan.

“Adapun pangsa pasar kendaraan bermotor sekitar 29,8%, kesehatan sebesar 8,7%, dan asuransi harta benda sekitar 26,4%,” kata Dadang saat Konferensi Pers Analisa industri Asuransi Umum Semester I tahun 2014 di Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Tercatat, sampai sepanjang semester I-2014, premi bruto kendaraan bermotor sebesar Rp7,5 triliun atau tumbuh 20% dari Rp6,3 triliun di semester I 2013.

Asuransi harta benda sebesar Rp6,7 triliun atau tumbuh 9,5% dari Rp6,13 triliun. Sementara itu, premi bruto asuransi kesehatan mengalami pertumbuhan 47,4% menjadi sebesar Rp2,21 triliun dari Rp1,5 triliun.

Dia melanjutkan, apabila dibandingkan dengan kuartal I tahun ini, terjadi perubahan dominasi market dari asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermotor.

Asuransi harta benda mengalami penurunan pangsa pasar dari 29,2% menjadi 26,4%. Sedangkan asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan dari 30% menjadi 29,8%.

Meskipun mengalami penurunan pangsa pasar, pihaknya meyakini pada semester II tahun ini, ketiga lini usaha asuransi tersebut masih mendominasi terhadap pertumbuhan premi.

Akan tetapi, lanjut dia, pertumbuhan ketiga lini usaha itu sangat tergantung pada realisasi kebijakan Presiden Terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menurut Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor, perubahan pangsa pasar asuransi umum mendatang tergantung pada realisasi kebijakan pembangunan ekonomi pasangan Presiden terpilih Jokowi-JK.

Dia mengungkap, apabila mereka bisa merealisasikan pembangunan poros maritim yang mengandalkan perhubungan laut, maka tidak menutup kemungkinan pengangkutan laut bisa mendominasi pangsa pasar asuransi umum di Indonesia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Meneropong Potensi Besar...
Meneropong Potensi Besar Pasar Penjualan Asuransi Kecelakaan
Apa Pentingnya Punya...
Apa Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan Ketika Mudik Lebaran?
BRINS Hadirkan Greensurance,...
BRINS Hadirkan Greensurance, Inovasi Terbaru Asuransi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
35 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
59 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved