Data manufaktur China Naik, Minyak Brent Rebound

Selasa, 23 September 2014 - 09:59 WIB
Data manufaktur China...
Data manufaktur China Naik, Minyak Brent Rebound
A A A
SEOUL - Harga minyak mentah brent rebound setelah mengalami koreksi selama sepekan akibat naiknya data manufaktur China. Ini memberi sinyal naiknya permintaan dari konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut.

Kontrak berjangka (futures) naik sebanyak 0,4% di London. Laporan awal Purchasing Managers’ Index (PMI) dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics berada di 50,5 untuk September, naik dibanding estimasi dalam survei Bloomberg News sebesar 50. Angka itu juga meningkat dibanding Agustus sebesar 50,2.

Sebuah laporan terpisah sebelum rilis Administrasi Informasi Energi menyebutkan bahwa Stok bensin Amerika Serikat (AS) kemungkinan menyusut 300.000 barel pada pekan lalu.

"Data PMI mengurangi kekhawatiran di pasar bahwa permintaan minyak mentah di China akan terpengaruh oleh perlambatan pertumbuhan. Hari ini, sentimen itu menjadi pendorong naiknya harga minyak," kata analis di Samsung Futures Inc Hong Ki Sung seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (23/92/104).

Minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman November naik sebanyak 37 sen menjadi USD97,34 per barel dan berada di harga USD97,30 pada 11.15 siang waktu Seoul. Sedangkan harga minyak kemarin di USD96,97, penutupan terendah sejak 15 September 2014.

Semua volume kontrak berjangka yang diperdagangkan sekitar 45% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 12% sepanjang tahun ini.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November naik sebanyak 33 sen atau 0,4% menjadi USD91,20 per barel. Kontrak Oktober yang berakhir kemarin terkoreksi 1% menjadi USD91,52, penutupan terendah untuk bulan depan sejak Mei 2013. Premi patokan minyak mentah AS ini terhadap brent sebesar USD6,10.

Menurut International Energy Agency di Paris, permintaan minyak oleh China akan mencapai sekitar 11%, sedangkan AS sebesar 21% dari permintaan minyak global tahun ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
2 menit yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
14 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
17 menit yang lalu
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
25 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
53 menit yang lalu
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved