Suplai Melimpah, Brent Menuju Penurunan Mingguan ke-3

Jum'at, 26 September 2014 - 09:58 WIB
Suplai Melimpah, Brent...
Suplai Melimpah, Brent Menuju Penurunan Mingguan ke-3
A A A
SEOUL - Minyak mentah brent menuju penurunan mingguan ketiga bulan ini di tengah spekulasi bahwa melimpahnya suplai minyak akan menjadi persediaan pasar di tengah ketegangan di Timur Tengah.

Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di London setelah turun 1,3% sepanjang pekan ini. Koalisi militer Arab dan Amerika Serikat (AS) telah menyerang militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada pekan ini.

Di Irak, pesawat AS membom kelompok militan tersebut pada Agustus. Kerusahaan sebagian besar jauh dari wilayah selatan, yang merupakan lumbung minyak negara itu. Laporan National Oil Corp menyatakan bahwa produksi minyak di Libya meningkat menjadi 925 juta barel per hari (bph).

"Meskipun konflik di Suriah belum sepenuhnya selesai, sepertinya masalah yang terjadi sekarang hanya memberi sedikit dampak pada harga minyak. Dengan suplai yang cukup, kita mungkin akan melihat penurunan lanjutan pada harga minyak," kata Analis Komoditas di Hyundai Futures Co Will Yun Seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (26/9/2014).

Minyak brent di Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman November berada di USD97,08 per barel pada pukul 09.52 pagi waktu Singapura, naik 8 sen dibanding kemarin. Semua volume kontrak berjangka yang diperdagangkan sekitar 60% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 12% sepanjang tahun ini.

Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November naik 6 sen menjadi USD92,59 per barel, naik dibanding kemarin USD92,53. Premi minyak mentah patokan AS ini terhadap brent sebesar USD4,46, turun dibandingkan akhir pekan lalu sebesar USD6,74.

Bensin di New York turun 1,06 sen atau 0,4% ke USD2,707 per galon di Nymex. Futures naik 2% menjadi USD2,718, kemarin dan merupakan penutupan tertinggi sejak 29 Agustus 2014.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
41 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
55 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
14 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved