Petral Dibubarkan, Biaya Pengadaan BBM Melambung

Jum'at, 26 September 2014 - 16:21 WIB
Petral Dibubarkan, Biaya...
Petral Dibubarkan, Biaya Pengadaan BBM Melambung
A A A
JAKARTA - Pembubaran anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Limited (Petral) berpotensi melambungkan beban biaya ekonomi tinggi dalam memasok ketersediaan minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Airlangga Hartarto menuturkan, bila berkaca dari peran dan fungsi Petral yang bermarkas di Singapura, maka pembubaran tersebut menimbulkan dampak terhadap beban biaya pajak.

"Ya dari segi transaksi tentu ada kena pajak. Kalau di Singapura kan tidak," ujar dia di Gedung DPR, Jumat (26/9/2014).

Airlangga menambahkan, aksi pembubaran wajib dianalisa kembali karena berkaitan dengan korporasi besar plat merah sektor energi yakni, Pertamina. Sebab, segala pembelian minyak mentah dan produk BBM yang ada di dalam negeri berasal dari Petral.

"Itu mesti dilihat dari segi korporasi. Itu pembeliannya kan dari Petral ke Pertamina," kata Airlangga.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi menuturkan, tindakan pembubaran seharusnya tak perlu dilakukan. Yang menjadi persoalan adalah mengenai pembahasan secara komprehensif mengenai fungsi dan tugas dari Petral itu sendiri.

"Nggak perlu ada pembubaran. Yang terpenting itu fungsi dan tugas, seperti mekanisme impor minyak dibuka seperti apa," kata Bobby.

Menurut dia, alasan Pertamina membentuk anak usaha yang bertugas mengimpor minyak dan produk BBM adalah dengan memberikan kemudahan dan penghematan guna memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

"Kiranya semua mekanisme tersebut output-nya dapat menurunkan biaya produk BBM," kata Bobby.

(Baca: DPR Setuju Petral Dibubarkan)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Canggih, di Babel Bakal...
Canggih, di Babel Bakal Dibangun Prototipe PLTN Berbasis Thorium
Faisal Basri, Ekonom...
Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina
Investor Asing Akhirnya...
Investor Asing Akhirnya Masuk IKN, Ini yang Dibangun
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Pertamina Delivery Service...
Pertamina Delivery Service di Makassar
Siap Terbang Perdana...
Siap Terbang Perdana ke Bali 28 April 2022, Pelita Air Buka Penjualan Tiket Pesawat Airbus A320-200
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved