Migrasi Elpiji Tidak Terjadi di Jateng

Selasa, 30 September 2014 - 18:34 WIB
Migrasi Elpiji Tidak...
Migrasi Elpiji Tidak Terjadi di Jateng
A A A
SEMARANG - Kenaikan harga elpiji 12 kg beberapa waktu lalu sempat dikhawatirkan terjadi migrasi besar-besaran ke elpji 3 kg, namun nampaknya tidak terjadi.

Pasalnya, konsumsi elpiji 3 kg di masyarakat di Jawa Tengah (Jateng) masih normal. Berdasarkan data dari Pertamina Marketing Operasi (MOR) IV Jateng dan DIY, konsumsi elpiji 12 kg dari Januari sampai Agustus sebesar 77.778 matrik ton. Sedangkan untuk elpiji 3 kg dari Januari sampai Agustus sebesar 535.834 matrik ton.

Justru kenaikan konsumsi elpiji 3 kg terjadi pada Juli yang mencapai 73 ribu matrik ton. Kenaikan ini dikarenakan bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran.

"Untuk September sampai tanggal 23 konsumsi elpiji 12 kg di Jateng dan DIY sebesar 6.964 matrik ton. Sedangkan elpiji 3 kg sebesar 52.630 matrik ton," kata External Relation PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah-DIY Robert MV Dumatubun.

Menurutnya, apa yang dikhawatirkan selama ini tidak terjadi, karena sejak kenaikan harga elpiji 12 kg, konsumsi elpiji 3 kg masih normal.

"Berkaca pada kenaikan harga elpiji 12 kg pada April, di mana diperkirakan akan terjadi migrasi sebesar 10%, pada kenyataanya hanya di bawah 3% dan sekarang pun konsumsinya masih normal," tuturnya.

Wakil Ketua Hiswana Migas Jateng Trianto Cahyo Legowo mengakui, permintaan elpiji tabung melon memang masih normal.

"Kalau kenaikan tahun lalu waktu ada kenaikan harga elpiji 12 kg langsung terjadi migrasi dan itu sangat dirasakan, tetapi kali ini tidak," ujar dia.

Dia mengatakan, masih normalnya permintaan elpiji 3 kg di pasaran karena segmentasi elpiji 12 kg adalah rumah tangga menengah ke bawah dan pemilik usaha.

"Mereka yang sebelumnya menggunakan 12 kg tidak migrasi karena berpikir tidak mau repot harus beli tabung gas kecil dan harus bolak-balik beli gas," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved