Suplai Berlebih, Harga WTI Turun di Bawah USD90

Jum'at, 03 Oktober 2014 - 10:05 WIB
Suplai Berlebih, Harga...
Suplai Berlebih, Harga WTI Turun di Bawah USD90
A A A
LONDON - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah USD90 untuk kali pertama dalam 17 bulan di tengah tanda-tanda bahwa suplai minyak dari Rusia, Arab Saudi dan Amerika Serikat melebihi permintaan.

WTI berjangka turun sebanyak 2,8% menjadi USD88,18 per barel di New York, membawa penurunan hingga 10% pada tahun ini. Sementara minyak brent telah jatuh 20% dari level tertingginya pada Juni 2014.

Goldman Sachs Group Inc menyatkan bahwa terkoreksinya WTI hingga di bawah USD90 akan memperlambat produksi minyak di Amerika Serikat (AS). Sementara menurut Administrasi Informasi Energi, produksi nasional akan naik tahun depan ke level tertinggi sejak 1970.

Booming-nya produksi shale gas telah mengubah AS sebagai produsen minyak terbesar di dunia untuk mengurangi minatnya melakukan impor di tengah melambatnya permintaan global. Sementara Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar di dunia memangkas harga jual resmi untuk minyak mentah ke Asia ke level terendah sejak 2008, kemarin.

Adapun data Rusia hari ini menunjukkan, produksi minyak di negara itu naik mendekati rekor pasca masih bernama Uni Soviet. Pertumbuhan produksi minyak Kurdistan diperkirakan melebihi permintaan China selama 15 bulan ke depan.

"Kami memiliki lebih dari cukup pasokan di luar sana dan permintaan tidak mengejar. Produksi minyak AS luar biasa. Pada dasarnya, kita memproduksi minyak terlalu banyak," kata Fund Manager komoditas Tyche Capital Advisors LLC Tariq Zahir seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (3/10/2014).

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November diperdagangkan di USD89,45 per barel pada pukul 01.46 siang di London. Itu merupakan kali pertama kontrak bulan depan turun di bawah USD90 sejak 24 April 2013.

Futures turun 13% dalam tiga bulan hingga 30 September 2014, kinerja kuartalan terburuk dalam lebih dari dua tahun. Semua volume berjangka yang diperdagangkan hampir tiga kali lipat rata-rata 100 hari.

Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London terkoreksi USD2,61 atau 2,8% menjadi USD91,55 per barel, terendah sejak 28 Juni 2012. Harga ini turun 20% sejak ditutup di USD115,06 per barel pada 19 Juni 2014. Premi minyak brent terhadap WTI sebesar USD3,25, turun dibanding kemarin sebesar USD3,43.

Produksi minyak mentah naik ke level tertinggi sejak 1986 pada bulan lalu, sementara produksi OPEC naik ke level tertinggi dalam setahun. Badan Energi Internasional bulan lalu mengurangi proyeksi pertumbuhan permintaan tahun ini dan 2015 karena melemahnya proyeksi ekonomi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved