Kebijakan Harga Penyebab Avtur RI Lebih Mahal
Senin, 06 Oktober 2014 - 17:50 WIB
Kebijakan Harga Penyebab Avtur RI Lebih Mahal
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengklaim, kebijakan harga menjadi penyebab harga avtur di Indonesia lebih mahal dari Singapura.
Vice Presiden Corporate Communication Ali Mundakir menyebutkan, harga avtur di Changi Airport, Singapura lebih rendah lantaran pemerintah Singapura memberikan kebijakan bebas pungutan.
"Avtur itu terkait pricing policy suatu negara, kalau di Changi iya, tapi kalau di private airport lebih mahal," ujar Ali di Open Restaurant, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, jika harga avtur Indonesia lebih mahal dari Singapura, maka harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi sejenis Pertamax justru lebih murah di Indonesia dibanding Singapura.
"Lalu Pertamax di Indonesia murah kalau di Singapura Rp22 ribu per liter," ungkap Ali.
Menurutnya, perbedaan harga tersebut hanyalah kebijakan harga yang dimainkan oleh masing-masing negara. "Sekarang supply change sudah lain, sama misalkan harga pertamax Rp12 ribu di Singapura Rp22 ribu memang pricing policy beda," tuturnya.
Terlebih, lanjut Ali, Pertamina Harus melayani 62 bandara di seluruh Indonesia terkait permintaan avtur. Sementara Singapura tidak seluruh bandara tercover.
"Pertamina melayani 62 bandara di seluruh Indonesia jadi hal ini tidak bisa dibandingkan," jelas Ali.
Terkait dengan pemanggilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kepada Pertamina atas harga avtur yang lebih mahal. Pihaknya pun telah menjelaskan segala detailnya. "Sudah kita sampaikan seluruh harga ke KPPU," pungkasnya.
Vice Presiden Corporate Communication Ali Mundakir menyebutkan, harga avtur di Changi Airport, Singapura lebih rendah lantaran pemerintah Singapura memberikan kebijakan bebas pungutan.
"Avtur itu terkait pricing policy suatu negara, kalau di Changi iya, tapi kalau di private airport lebih mahal," ujar Ali di Open Restaurant, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, jika harga avtur Indonesia lebih mahal dari Singapura, maka harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi sejenis Pertamax justru lebih murah di Indonesia dibanding Singapura.
"Lalu Pertamax di Indonesia murah kalau di Singapura Rp22 ribu per liter," ungkap Ali.
Menurutnya, perbedaan harga tersebut hanyalah kebijakan harga yang dimainkan oleh masing-masing negara. "Sekarang supply change sudah lain, sama misalkan harga pertamax Rp12 ribu di Singapura Rp22 ribu memang pricing policy beda," tuturnya.
Terlebih, lanjut Ali, Pertamina Harus melayani 62 bandara di seluruh Indonesia terkait permintaan avtur. Sementara Singapura tidak seluruh bandara tercover.
"Pertamina melayani 62 bandara di seluruh Indonesia jadi hal ini tidak bisa dibandingkan," jelas Ali.
Terkait dengan pemanggilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kepada Pertamina atas harga avtur yang lebih mahal. Pihaknya pun telah menjelaskan segala detailnya. "Sudah kita sampaikan seluruh harga ke KPPU," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :