BI: Anggapan Jokowi-DPR Tak Akur Berlebihan

Rabu, 08 Oktober 2014 - 15:54 WIB
BI: Anggapan Jokowi-DPR...
BI: Anggapan Jokowi-DPR Tak Akur Berlebihan
A A A
JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, anggapan yang menyatakan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan tidak akur dengan DPR, berlebihan.

Dia mengatakan, sedianya DPR dan pemerintah adalah mitra dalam hal pembangunan ekonomi bangsa. Sehingga, jika kebijakan yang diambil pemerintah positif, maka akan didukung DPR.

"Itu kekhawatiran yang berlebihan, jadi tidak usah di khawatirkan berlebihan," tegasnya di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Rabu (8/10/2014).

Mirza meyakini, stigma-stigma tersebut akan hilang seiring pemerintahan baru terbentuk. Nantinya, investor juga percaya bahwa pemerintah dapat bekerja sama dengan DPR.

"Tapi saya melihatnya begitu nanti pemerintahan baru terbentuk, saya yakin pemerintahan baru bisa bekerja sama dengan DPR," kata dia.

Menurutnya, yang seharusnya menjadi perhatian serius adalah situasi ekonomi dunia. Di antaranya kenaikan suku bunga acuan (fed fun rate) AS serta defisit ekspor-impor Indonesia.

"Jadi kita harus meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Terutama bagaimana mengurangi impor BBM. Kita harus bisa diversifikasi energi kita di Indonesia," terang Mirza.

Meski demikian, situasi politik memang tidak menutup kemungkinan dapat membuat rupiah melemah. Namun hal tersebut tidak terlalu signifikan.

"Kalau nanya faktor politik pasti ada, karena sebenarnya ada aliran modal besar yang masuk ke Indonesia. Situasi politik memang saat ini sedang agak hangat yaitu sedikit memengaruhi confidence dari aliran modal yang masuk tersebut," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
17 menit yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
43 menit yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
1 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
10 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
11 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
11 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved