WTI Rebound dari Harga Terendah 17 Bulan

Kamis, 09 Oktober 2014 - 10:04 WIB
WTI Rebound dari Harga...
WTI Rebound dari Harga Terendah 17 Bulan
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) rebound dari penurunan harga terendah sejak April 2013 atau 17 bulan terakhir didorong melonjaknya stok minyak mentah di Amerika Serikat (AS) sebagai konsumen minyak terbesar di dunia.

Kontrak berjangka (futures) naik sebanyak 0,7% di New York, memangkas kerugian terbesar sejak September. Administrasi Informasi Energi (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah meningkat sebanyak 5 juta barel pekan lalu, melebihi estimasi survei Bloomberg sebanyak 2 juta barel.

Menurut EIA, stok minyak mentah AS meningkat menjadi 361,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 3 Oktober. Produksi dipercepat menjadi 8,88 juta per hari, terbesar sejak Maret 1986.

Sementara minyak brent turun lebih dari 20% dari harga tertingginya baru-baru ini dan berada di bear market karena suplai global meningkat di tengah tanda-tanda perlambatan permintaan.

"(Ini karena) suplai minyak (meningkat), dan juga melemahnya ekonomi Eropa dan China. Saya pikir harga USD85 merupakan harga sangat rendah," kata Kepala Investasi di Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seperti dilansir Bloomberg, Kamis (9/10/2014).

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November naik sebanyak 57 sen menjadi USD87,88 per barel dan berada di USD87,82 pada pukul 01.16 siang waktu Sydney. Kontrak tersebut jatuh USD1,54 menjadi USD87,31, kemarin.

Semua volume kontrak berjangka yang diperdagangkan sekitar 41% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 11% sepanjang tahun ini.

Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman November naik sebanyak 42 sen atau 0,5% menjadi USD91,80 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD3,94, turun dibanding kemarin sebesar USD4,07, terluas dalam dua pekan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
11 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
25 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
26 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
39 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
52 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved