Ini Pesan Pelaku Bisnis untuk Jokowi Hadapi AEC
Kamis, 09 Oktober 2014 - 15:49 WIB
Ini Pesan Pelaku Bisnis untuk Jokowi Hadapi AEC
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum bidang Koordinator Asosiasi Kadin Indonesia, Noke Kiroyan mengatakan, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) perlu meningkatkan kesadaran pelaku bisnis untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015.
AEC yang akan berlangsung pada 2015 menuntut Indonesia untuk siap menghadapi persaingan bebas dan pasar yang semakin terintegrasi. Dia mengaku mengaku pihaknya siap menghadapi persaingan bebas dalam lingkup regional.
"Kadin sendiri siap. Tapi tentunya untuk menghadapi suatu situasi, ada yang siap dan ada yang tidak siap. Ada yang belum begitu siap atau kurang tahu. Kan Presiden baru membentuk suatu tim untuk menangani ini baru beberapa minggu lalu," katanya di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Kamis (9/10/2014).
Seharusnya, kata dia, hal tersebut sudah dilakukan beberapa tahun lalu. "Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," ucapnya.
Dia mengatakan, Jokowi perlu menggencarkan sosialisasi mengenai AEC 2015 kepada pelaku usaha kecil yang masih rentan terhadap persaingan bebas.
"Turut membantu sosialisasinya dan juga persiapannya para pelaku bisnis. Jadi, saya kira harus ada suatu inventarisasi di mana yang belum siap kita persiapkan," imbuh Noke.
Menurutnya, kendati pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) rentan terhadap persaingan bebas, namun dia menegaskan bahwa UKM tetap harus turut serta dalam proses tersebut.
"Semuanya harus ikut. AEC ini tidak terbatas di satu sektor saja atau segmen tertentu. Tapi berlaku seluruhnya. Kita Harus jalani dulu, ini belum terjadi. Kalau belum siap, ya kita bantu persiapannya," tuturnya.
Untuk itu, pemerintah baru perlu meningkatkan kapasitas para pelaku Usaha tersebut. Terutama, dalam meningkatkan kapasitas. Apalagi, sejauh ini pihaknya belku mnegetahui sejauh mana kesiapannya.
"Kan semua ini baru spekulasi. Kita pilah dulu yang benar itu apa. Jangan secara umum kita bilang belum siap. Kalau belum siap dibidang apanya. Itu yang Harus kita lihat," pungkas Noke.
AEC yang akan berlangsung pada 2015 menuntut Indonesia untuk siap menghadapi persaingan bebas dan pasar yang semakin terintegrasi. Dia mengaku mengaku pihaknya siap menghadapi persaingan bebas dalam lingkup regional.
"Kadin sendiri siap. Tapi tentunya untuk menghadapi suatu situasi, ada yang siap dan ada yang tidak siap. Ada yang belum begitu siap atau kurang tahu. Kan Presiden baru membentuk suatu tim untuk menangani ini baru beberapa minggu lalu," katanya di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Kamis (9/10/2014).
Seharusnya, kata dia, hal tersebut sudah dilakukan beberapa tahun lalu. "Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," ucapnya.
Dia mengatakan, Jokowi perlu menggencarkan sosialisasi mengenai AEC 2015 kepada pelaku usaha kecil yang masih rentan terhadap persaingan bebas.
"Turut membantu sosialisasinya dan juga persiapannya para pelaku bisnis. Jadi, saya kira harus ada suatu inventarisasi di mana yang belum siap kita persiapkan," imbuh Noke.
Menurutnya, kendati pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) rentan terhadap persaingan bebas, namun dia menegaskan bahwa UKM tetap harus turut serta dalam proses tersebut.
"Semuanya harus ikut. AEC ini tidak terbatas di satu sektor saja atau segmen tertentu. Tapi berlaku seluruhnya. Kita Harus jalani dulu, ini belum terjadi. Kalau belum siap, ya kita bantu persiapannya," tuturnya.
Untuk itu, pemerintah baru perlu meningkatkan kapasitas para pelaku Usaha tersebut. Terutama, dalam meningkatkan kapasitas. Apalagi, sejauh ini pihaknya belku mnegetahui sejauh mana kesiapannya.
"Kan semua ini baru spekulasi. Kita pilah dulu yang benar itu apa. Jangan secara umum kita bilang belum siap. Kalau belum siap dibidang apanya. Itu yang Harus kita lihat," pungkas Noke.
(izz)
Lihat Juga :