Investor Terancam Hengkang jika Politik Makin Memanas
Sabtu, 11 Oktober 2014 - 17:27 WIB
Investor Terancam Hengkang jika Politik Makin Memanas
A
A
A
JAKARTA - Ekonom dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan menyatakan, investor terancam hengkang dan batal menanamkan modalnya jika situasi politik di tanah air semakin memanas.
Saat UU Pilkada disahkan serta pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI ditetapkan, investor sempat panik dan takut dengan isu penjegalan kebijakan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
Akibatnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun anjlok.
"Kalau kondisi politiknya memburuk terus, ya investor bisa keluar semua," ujarnya di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).
Lebih lanjut, dia mengatakan, jika investor hengkang dari Indonesia stabilitas ekonomi akan terguncang. Rupiah dan IHSG juga semakin melempem. (Baca: BI Bantah Rupiah Lemah Terimbas Penetapan Ketua MPR)
"Kalau rupiah lemah, artinya investor bisa menjual semua aset-aset finansial mereka. Ya, IHSG pun anjlok terus," jelasnya.
Menurut Fauzi, menguatnya nilai tukar rupiah dan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas jelang pelantikan Jokowi dan kebijakan pasca menjabat.
"Kalau mulus, rupiah bisa rebound kembali ke Rp12.000 dan IHSG juga bisa kembali ke 5.200," pungkasnya.
Saat UU Pilkada disahkan serta pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI ditetapkan, investor sempat panik dan takut dengan isu penjegalan kebijakan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
Akibatnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun anjlok.
"Kalau kondisi politiknya memburuk terus, ya investor bisa keluar semua," ujarnya di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).
Lebih lanjut, dia mengatakan, jika investor hengkang dari Indonesia stabilitas ekonomi akan terguncang. Rupiah dan IHSG juga semakin melempem. (Baca: BI Bantah Rupiah Lemah Terimbas Penetapan Ketua MPR)
"Kalau rupiah lemah, artinya investor bisa menjual semua aset-aset finansial mereka. Ya, IHSG pun anjlok terus," jelasnya.
Menurut Fauzi, menguatnya nilai tukar rupiah dan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas jelang pelantikan Jokowi dan kebijakan pasca menjabat.
"Kalau mulus, rupiah bisa rebound kembali ke Rp12.000 dan IHSG juga bisa kembali ke 5.200," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :