APBI Minta Kondisi Perusahaan Tambang Dipertimbangkan

Senin, 13 Oktober 2014 - 18:04 WIB
APBI Minta Kondisi Perusahaan...
APBI Minta Kondisi Perusahaan Tambang Dipertimbangkan
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi masing-masing perusahaan tambang pemegang KK dan PPKP2B sebelum menjatuhkan sanksi akibat belum menyetorkan royalti.

Ketua APBI Bob Kamandanu mengatakan, pemerintah harus mengetahui terlebih dahulu sebelum memutuskan sanksi. Pemerintah, lanjut dia, mesti meneliti dan mengkaji sebab musabab kenapa perusahaan sampai tidak membayar kewajiban.

"Kalau alasannya nakal saya setuju untuk ditutup. Kasus harus dilihat satu per satu karena sifatnya besar dan berdampak," kata dia di Jakarta Senin (13/10/2014).

Bob bilang, memang tidak sedikit yang belum melunasi kewajiban. Namun demikian, katanya, salah satu penyebabnya adalah harga komoditasnya turun sehingga margin turut tertekan.

"Memang ada perusahaan besar yang tepat waktu bayar banyak juga yang tidak. Tapi alasan tepat harga batu baranya rendah yang tadinya USD10 sekarang hanya USD1 bahkan USD0,5," jelas dia.

Dia menegaskan, kebijakan harus membayar tunggakan hingga akhir bulan ini dapat dipastikan akan menggangu keberlangsungan perusahaan tambang.

"Kondisi riil sangat parah cost-nya tinggi tentu dampak cash flow-nya besar sekali. Pasti mereka akan teriak," pungkas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanpa DMO Batu Bara,...
Tanpa DMO Batu Bara, Industri Semen hingga Tekstil Bakal Sempoyongan
ESDM Tolak Rencana Produksi...
ESDM Tolak Rencana Produksi Batu Bara 51 Perusahaan Sebanyak 7,8 Juta Ton
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Transformasi Batubara...
Transformasi Batubara Menuju Energi Bernilai Tambah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved