Hilirisasi Batu Bara Lamban, Jokowi Pecut Jajarannya Cari Solusi

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 10:11 WIB
loading...
Hilirisasi Batu Bara...
Presiden Joko Widodo meminta jajarannya segera merealisasikan program hilirisasi batu bara. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar hilirisasi batu bara segera direalisasikan. Namun, Presiden mendapatkan laporan masih ada kendala di beberapa hal.

(Baca Juga: Pemerintah Kembangkan Tujuh Skema Hilirisasi Batu Bara)

"Saya mendapatkan laporan bahwa pengembangan industri turunan masih terkendala urusan yang berkaitan dengan keekonomian. Juga terkendala faktor teknologi," katanya saat membuka rapat terbatas, Kamis (23/10/2020).

Presiden mengungkapkan bahwa kendala ini bisa diatasi dengan kemitraan. Dalam hal ini baik perusahaan-perusahaan batu bara maupun BUMN. "Saya kira ini bisa diatasi kalau perusahaan-perusahaan itu atau BUMN ber-partner, mencari partner," ungkapnya.

Jokowi menyebutkan, kelambanan ini terlihat dari masih sedikit perusahaan yang mendapatkan izin usaha untuk optimalisasi batu bara. "Dan kita tahun tahun 2019 baru 5 pemegang IUPK-OP (izin usaha pertambangan khusus operasi produksi) yang melakukan coal upgrading. Dan baru 2 pemegang IUPK-OP yang memproduksi briket batu bara," tuturnya.

(Baca Juga: Ekonomi China dan Jepang Mulai Pulih, Harga Batu Bara Terkerek 3,2%)

Dia pun meminta jajarannya untuk mencarikan solusi terkait hal ini. Sehingga ekspor bahan mentah bisa segera diakhiri. “Saya ingin dicarikan solusi untuk mengatasi kelambanan pengembangan industri turunan batu bara ini. Karena kita sudah lama sekali mengekspor batu bara mentah ini. Sehingga saya kira memang harus segera diakhiri. Apabila nanti akan ada beberapa perpanjangan dengan kewajiban untuk memulai ini,” pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Ekspor Sawit hingga...
Ekspor Sawit hingga Batu Bara Harus Lewat BUMN, Prabowo Ingin Selamatkan Rp2.653 Triliun per Tahun
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Rekomendasi
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved