Ekonomi Singapura Kuartal III Tumbuh Lebih Cepat
Selasa, 14 Oktober 2014 - 10:31 WIB
Ekonomi Singapura Kuartal III Tumbuh Lebih Cepat
A
A
A
SINGAPURA - Ekonomi Singapura tumbuh lebih cepat dari perkiraan analis pada kuartal III/2014. Hal ini menambah bukti bahwa meningkatnya permintaan global memicu peningkatan manufaktur di negara tersebut.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/10/2014), Departemen Perdagangan setempat menyatakan, produk domestik bruto (PDB) Singapura naik menjadi 1,2% pada kuartal III/2014 dari kuartal sebelumnya yang naik 0,1%.
Sementara, perkiraan para ekonomi yang disurvei Bloomber Bloomberg sebesar 0,8%. Bank Sentral yang menggunakan dolar untuk mengelola tekanan harga akan mempertahankan apresiasi sederhana dan bertahap mata uang.
Output manufaktur Singapura telah mendapatkan keuntungan dari pemulihan permintaan luar negeri, bahkan ketika pemerintah menerapkan rencana 10 tahun untuk mengurangi ketergantungan pada pekerja asing yang murah dan meningkatkan produktivitas yang telah menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan mendorong upah.
Data yang dirilis kemarin menunjukkan ekspor China ke Amerika Serikat, Eropa dan Asia Tenggara meningkat dari tahun sebelumnya pada September.
"Perubahan besar dipimpin oleh manufaktur dan biaya dengan peningkatan permintaan global," ujar Wisnu Varathan, ekonom berbasis di Singapura pada Mizuho Bank Ltd.
"Lalu, kebijakan telah menjadi semacam lebih seimbang proposisi, karena risiko inflasi tidak seperti yang ditinggikan," ujar dia.
Harga konsumen di kota ini naik 0,9% pada Agustus dari tahun sebelumnya, melambat dari posisi Juli yang sebesar 1,2%.
Bank sentral hari ini memangkas proyeksi untuk inflasi tahun ini menjadi 1% menjadi 1,5% dari perkiraan sebelumnya 1,5% menjadi 2%. Harga mungkin akan meningkat 0,5% menjadi 1,5% pada 2015.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/10/2014), Departemen Perdagangan setempat menyatakan, produk domestik bruto (PDB) Singapura naik menjadi 1,2% pada kuartal III/2014 dari kuartal sebelumnya yang naik 0,1%.
Sementara, perkiraan para ekonomi yang disurvei Bloomber Bloomberg sebesar 0,8%. Bank Sentral yang menggunakan dolar untuk mengelola tekanan harga akan mempertahankan apresiasi sederhana dan bertahap mata uang.
Output manufaktur Singapura telah mendapatkan keuntungan dari pemulihan permintaan luar negeri, bahkan ketika pemerintah menerapkan rencana 10 tahun untuk mengurangi ketergantungan pada pekerja asing yang murah dan meningkatkan produktivitas yang telah menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan mendorong upah.
Data yang dirilis kemarin menunjukkan ekspor China ke Amerika Serikat, Eropa dan Asia Tenggara meningkat dari tahun sebelumnya pada September.
"Perubahan besar dipimpin oleh manufaktur dan biaya dengan peningkatan permintaan global," ujar Wisnu Varathan, ekonom berbasis di Singapura pada Mizuho Bank Ltd.
"Lalu, kebijakan telah menjadi semacam lebih seimbang proposisi, karena risiko inflasi tidak seperti yang ditinggikan," ujar dia.
Harga konsumen di kota ini naik 0,9% pada Agustus dari tahun sebelumnya, melambat dari posisi Juli yang sebesar 1,2%.
Bank sentral hari ini memangkas proyeksi untuk inflasi tahun ini menjadi 1% menjadi 1,5% dari perkiraan sebelumnya 1,5% menjadi 2%. Harga mungkin akan meningkat 0,5% menjadi 1,5% pada 2015.
(izz)
Lihat Juga :