Inflasi China September 2014 Melambat

Rabu, 15 Oktober 2014 - 10:36 WIB
Inflasi China September...
Inflasi China September 2014 Melambat
A A A
BEIJING - Tingkat inflasi China melambat lebih dari yang diharapkan pada September 2014. Kondisi ini menambah kekhawatiran bahwa pertumbuhan global akan melambat.

Kecuali, jika pemerintah mengambil langkah-langkah berani untuk menopang perekonomian mereka.

Biro Statistik Nasional (NBS) China, Rabu (15/10/2014) mengatakan, Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 1,6% dari September tahun sebelumnya. Hal ini hilang ekspektasi pasar untuk kenaikan 1,7% persen dan turun 2% dari Agustus.

CPI naik 0,5% pada September dari bulan sebelumnya, dibandingkan kenaikan 0,4% yang diperkirakan para ekonom.

Dengan inflasi di bawah target tahunan resmi 3,5%, pembuat kebijakan China akan memiliki ruang yang luas untuk mengumumkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut.

Meskipun, analis mempertanyakan apakah Beijing akan terus menggelar langkah-langkah yang lebih sederhana atau jika perlu mengambil tindakan yang lebih agresif seperti pemotongan suku bunga untuk menangkis risiko deflasi.

"Mempermudah keuntungan pada harga non-makanan dan memburuknya PPI memberikan lebih banyak bukti dari melemahnya ekonomi, yang berarti lemahnya permintaan domestik dan over kapasitas yang lebih parah dari yang diharapkan," kata Li Huiyong, ekonom di Shenyin & Wanguo Efek di Shanghai seperti dikutip dari Reuters, J=Rabu (15/10/2014).

"Kami berharap para pembuat kebijakan akan mengambil langkah-langkah lebih untuk menstabilkan perekonomian. Kemungkinan penurunan suku bunga meningkat dalam beberapa bulan mendatang," imbuh dia.

Indeks harga produsen turun 1,8% secara berturut-turut dalam 31 bulan, dipengaruhi harga minyak dan baja yang lebih rendah karena permintaan yang melemah menahan kekuatan harga perusahaan.

Pasar telah memperkirakan indeks harga produsen mengalami penurunan 1,6% setelah menurun 1,2% pada Agustus.

Menanggapi goyahny permintaan di China, Baoshan Besi dan Baja, perusahaan baja terbesar kedua di negara itumengatakan akan memotong harga produk utamanya untuk pengiriman November.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
15 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
32 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved