Pengusaha Hulu Migas Minta Jokowi Genjot Eksplorasi

Rabu, 15 Oktober 2014 - 13:42 WIB
Pengusaha Hulu Migas...
Pengusaha Hulu Migas Minta Jokowi Genjot Eksplorasi
A A A
JAKARTA - Indonesian Petroleum Association (IPA) meminta pemerintah baru Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menggenjot kembali kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) guna mendorong produksi nasional.

Ketua Umum IPA Lukman Mahfoedz mengatakan, jika pemerintah berhasil menggiatkan eksplorasi migas, maka produksi migas akan meningkat.

Meski di dalam eksplorasi belum tentu menemukan hasil, paling tidak ada yang mampu berproduksi.

"Memang dari yang diekplorasi belum tentu berhasil semua. Tapi, paling tidak ada yang mampu berproduksi," ujarnya, Rabu (15/10/2014).

Dia mengakui, untuk mendorong kegiatan eksplorasi tidak mudah, banyak hambatan terkait perizinan lahan dan pengenaan pajak sebagai faktor penting yang harus diperhatikan pemerintah baru.

Sehingga, laju eksplorasi menjadi lebih baik dan investor lebih agresif berinvestasi di hulu migas.

"Ada sekitar 22 wilayah kerja yang dijalankan perusahaan asing. Tapi, saat ini masih bermasalah soal pajak," kata Lukman.

Menurutnya, jika hal ini tidak bisa diselesaikan maka kegiatan eksplorasi perusahaan-perusahaan asing bakal terhenti.

"Jika terhenti berarti tidak ada eksplorasi dan produksi. Tentu ini harus diselesaikan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
32 menit yang lalu
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
47 menit yang lalu
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
59 menit yang lalu
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
1 jam yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
1 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved