BI-Pemerintah Koordinasi Antisipasi Risiko Makro Ekonomi

Jum'at, 17 Oktober 2014 - 17:26 WIB
BI-Pemerintah Koordinasi...
BI-Pemerintah Koordinasi Antisipasi Risiko Makro Ekonomi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bersama dengan pemerintah melakukan rapat koordinasi dalam rangka menghadapi perkembangan kondisi makro ekonomi dan risiko ke depan.

Rapat bersama dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut menyimpulkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini ditandai oleh stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan yang tetap terjaga.

"Hal ini tidak terlepas dari koordinasi kebijakan pemerintah dan BI yang semakin sinergis dan koheren. Namun, ke depan sejumlah risiko yang berasal dari domestik dan eskternal perlu untuk diwaspadai," ujar Direktur Eksekutif BI Tirta Segara di Jakarta, Jumat (17/10/2014).‎

Dia mengungkapkan, kebijakan yang terkoordinasi antara moneter, fiskal dan sektor riil tetap diperlukan untuk dapat secara efektif mengelola berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas makroekonomi dan memperdalam perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, ‎dalam rangka transisi pemerintahan dan menjaga kesinambungan perekonomian, BI dan pemerintah menyepakati untuk memperkuat kordinasi kebijakan yang secara konsisten diarahkan pada upaya untuk memelihara stabilitas makro dan sistem keuangan.

‎Hal itu dilakukan melalui empat upaya. Pertama, mengendalikan inflasi sesuai dengan sasaran yang ditetapkan; kedua, melanjutkan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih berkesinambungan.

"Ketiga, menjaga kesinambungan fiskal dan keempat, mengelola Utang Luar Negeri (ULN) yang lebih sehat," tukas dia.

Tirta melanjutkan, ‎koordinasi kebijakan akan diperkuat dalam mengantisipasi meningkatnya tekanan inflasi. Hal itu dilakukan melalui dua langkah, di antaranya koordinasi BI dan pemerintah pusat terkait arah kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun 2014-2015 dan respon yang sinergis antara kebijakan moneter, fiskal dan sektoral untuk mitigasi potensi dampak negatif yang ditimbulkan terhadap stabilitas ekonomi.

Selain itu, koordinasi BI dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kebijakan BBM bersubsidi kepada harga-harga secara langsung maupun tidak langsung (second-round effect) terhadap inflasi daerah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
13 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved