Harga Minyak Brent Perpanjang Kenaikan

Sabtu, 18 Oktober 2014 - 13:15 WIB
Harga Minyak Brent Perpanjang...
Harga Minyak Brent Perpanjang Kenaikan
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah brent memperpanjang kenaikan didukung spekulasi bahwa penurunan sebesar 25% dari posisi tertinggi pada tahun ini berlebihan. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) sedikit berubah setelah jatuh di bawah USD80, kemarin.

Brent rebound dari kerugian mingguan keempat. Harga minyak naik setelah sejumlah bank, termasuk BNP Paribas SA dan Bank of America Corp memprediksi koreksi akan segera berakhir.

"Anda mungkin pernah melihat yang terburuk. Firasat saya bahwa kita akan terus bertahan di level USD80, tapi saya tidak akan terkejut jika kita mengujinya kembali," kata Kepala Strategi Pasar di Confluence Investment Management Bill O'Grady seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (18/10/2014).

Brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman Desember naik 34 sen menjadi USD86,16. Harga menyentuh level terendah empat-tahun di USD 82,60, kemarin sebelum ditutup naik 0,8%. Pekan ini, harga turun 4,5% dan 22% sepanjang tahun ini.

Sementara WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November naik 5 sen menjadi USD82,75 per barel. Harga turun di bawah USD80, kemarin untuk kali pertama sejak 2012, sebelum akhirnya ditutup menguat 1,1%.

Kontrak berjangka (futures) turun 3,65 sepanjang pekan ini dan 16% pada tahun 2014. Premi minyak brent terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,10 pada Desember, turun dibanding bulan depan sebesar USD4,39.

"Harga cenderung melampaui harga terendahnya. Ini membuat kita dekat dalam jangka konstruktif, meskipun jangka panjang bearish," kata Kepala Riset Komoditas Goldman Jeffrey Currie.

Administrasi Informasi Energi melaporkan bahwa permintaan bensin Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi sejak Agustus pada pekan lalu karena harga jatuh ke level terendah sejak 2011.

Sementara merosotnya harga minyak terjadi di tengah meningkatnya pasokan dari produsen AS dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Produksi AS dipercepat untuk minggu kedua menjadi 8,95 juta barel per hari, terbesar sejak Juni 1985. Persediaan minyak mentah meningkat sebanyak 8,92 juta barel menjadi 370,6 juta dalam pekan yang berakhir 10 Oktober, level tertinggi sejak Juli 2014.

OPEC, yang memasok sekitar 40% kebutuhan minyak dunia meningkatkan produksinya di tengah spekulasi anggotanya berjuang untuk berkompetisi. OPEC memproduksi 30,47 juta barel per hari pada September, terbesar sejak Agustus 2013. OPEC dijadwalkan bertemu bulan depan di Wina.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved