PLN Kurangi Konsumsi BBM Pembangkit 11% di 2015

Kamis, 23 Oktober 2014 - 14:30 WIB
PLN Kurangi Konsumsi...
PLN Kurangi Konsumsi BBM Pembangkit 11% di 2015
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berkomitmen terus mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik hingga mencapai 11% pada 2015

Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan, perseroan memproyeksikan konsumsi BBM untuk pembangkit tahun ini mencapai 6,4%. Jumlah tersebut diperkirakan akan berkurang 11% pada tahun depan.

"Tahun depan sebagian konsumsi energi pembangkit listrik PLN sudah beralih ke gas," kata dia di Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Menurut Suryadi, porsi gas akan lebih dominan ketimbang BBM. Hal itu, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) perusahaan pada 2015.

"Dalam RKAP 2015, konsumsi BBM sebanyak 5,77 juta kiloliter (kl), kemudian gas sebanyak 475.891 BBTU dan batu bara 56,57 juta ton," jelas Suryadi.

Suryadi mengatakan, pasokan BBM pembangkit listrik masih di pasok oleh PT Pertamina (persero), PT AKR Corporindo Tbk dan PT Kutilang Paksi Mas (KPM). Hingga kini, imbuhnya, PLN belum ada niat untuk beralih pembelian BBM dari Pertamina.

"PLN masih menggunakan BBM dari Pertamina," tuturnya.

Seperti diketahui, PLN sempat berencana menghentikan pasokan BBM dari Pertamina karena tersandung harga jual. Namun demikian, kedua perusahaan BUMN ini sepakat untuk melanjutkan jual-beli.

Suryadi menuturkan, realisasi konsumsi BBM pembangkit PLN per September sebanyak 5,4 juta kl. Sedangkan untuk gas per September mencapai 335 terra british thermal unit (TBTU) dan untuk batu bara mencapai 32 juta ton kemudian biodiesel 132.000 ton.

Tahun ini, PLN menargetkan pemanfaatan BBN jenis pure plant oil (PPO) atau biodiesel untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) mencapai 120 juta liter atau 120.000 kl, naik 50% dibanding konsumsi 2013 sebesar 80.000 kl.

Periode 2014-2016 akan melakukan tender pengadaan bahan bakar nabati (BBN) jenis pure palm oil (PPO) sebesar 240 juta ton. Adapun tender akan dibagi tiga paket/kluster, yakni kluster Sumatera, Kaltimra dan Kalselteng. Terkiat tender ini, PLN telah menganggarkan dana Rp1,92 triliun.

Sementara untuk konsumsi gas pada tahun depan, PLN menargetkan 475 TBTU atau meningkat 10% dibanding proyeksi konsumsi gas 2014 sebesar 431 TBTU.

"Pasokan gas (tahun depan) diproyeksikan 475 TBTU, berasal dari Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Conoco Phillips, dan FSRU Nusantara Regas," ungkap Suryadi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
26 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
40 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
40 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
53 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
1 jam yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved