Rupiah Berakhir Tertekan ke Rp12.063/USD
Kamis, 23 Oktober 2014 - 16:26 WIB
Rupiah Berakhir Tertekan ke Rp12.063/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini tertekan di tengah menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp12.063 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 49 poin dibanding penutupan Rabu (22/10/2014) di level Rp12.014 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.028 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.028 per USD dan terlemah di level Rp12.063 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.048 per USD, dengan kisaran harian Rp12.000-Rp12.063 per USD. Posisi ini sama dengan penutupan hari sebelumnya Rp12.027 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini berada pada level Rp12.053 per USD. Posisi tersebut memburuk 57 poin dibanding kemarin di level Rp11.996 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.034 per USD. Posisi ini melemah 8 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.026 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah hari tertekan menguatnya USD dipicu stagnannya laju inflasi di Amerika Serikat (AS) dan menurunnya data manufaktur China.
"Hal itu menyebabkan meningkatnya permintaan USD sebagai safe haven currency di tengah penantian pelaku pasar terhadap susunana kabinet yang akan diumumkan Presiden RI Joko Widodo dalam waktu dekat," kata dia, Kamis (23/10/2014).
Sementara IHSG hari ini ditutup berhasil melewati level 5.100 di tengah terkoreksinya bursa Asia. IHSG naik 29,19 poin atau 0,58% ke level 5.103,52.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,3 triliun dengan 4,4 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp7,56 miliar. Tercatat 176 saham naik, 132 saham melemah dan 106 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Loyo Jadi Rp12.039/USD)
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp12.063 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 49 poin dibanding penutupan Rabu (22/10/2014) di level Rp12.014 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.028 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.028 per USD dan terlemah di level Rp12.063 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.048 per USD, dengan kisaran harian Rp12.000-Rp12.063 per USD. Posisi ini sama dengan penutupan hari sebelumnya Rp12.027 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini berada pada level Rp12.053 per USD. Posisi tersebut memburuk 57 poin dibanding kemarin di level Rp11.996 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.034 per USD. Posisi ini melemah 8 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.026 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah hari tertekan menguatnya USD dipicu stagnannya laju inflasi di Amerika Serikat (AS) dan menurunnya data manufaktur China.
"Hal itu menyebabkan meningkatnya permintaan USD sebagai safe haven currency di tengah penantian pelaku pasar terhadap susunana kabinet yang akan diumumkan Presiden RI Joko Widodo dalam waktu dekat," kata dia, Kamis (23/10/2014).
Sementara IHSG hari ini ditutup berhasil melewati level 5.100 di tengah terkoreksinya bursa Asia. IHSG naik 29,19 poin atau 0,58% ke level 5.103,52.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,3 triliun dengan 4,4 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp7,56 miliar. Tercatat 176 saham naik, 132 saham melemah dan 106 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Loyo Jadi Rp12.039/USD)
(rna)