Jokowi Ditantang Umumkan Kabinetnya Minggu Ini
Kamis, 23 Oktober 2014 - 18:46 WIB
Jokowi Ditantang Umumkan Kabinetnya Minggu Ini
A
A
A
JAKARTA - Mantan anggota Komisi XI DPR RI Vera Febyanthi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengumumkan susunan kabinetnya. Bahkan dia menantang Jokowi untuk mengumumkannya dalam minggu ini.
"Sesegera mungkin, kalau bisa minggu ini. Jangan sampai kelamaan. Karena sebetulnya hak prerogatif presiden. DPR itu mengikuti presiden, karena ini presidensial," ujar dia di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Dia menjelaskan, tarik ulur peta kabinet Presiden Jokowi bisa menjadi mimpi buruk bagi para pengusaha. Pasalnya, pengusaha telah menaruh harapan yang besar pada Jokowi. "Bagi pengusaha itu nightmare kelamaan (mengumumkan kabinet)," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pengusaha tidak bisa disamakan dengan menjalankan siklus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab, pengusaha butuh kepastian sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Karena pengusaha beda dengan menjalankan siklus APBN. Kalau pengusaha kan wait and see. Ada beberapa Permen (Peraturan Menteri) yang akan direvisi, akhirnya terjadi stagnan. Business as usual itu bisa berhenti sementara waktu," pungkasnya.
(Baca: Lambat Umumkan Kabinet, Kepercayaan Pengusaha Bisa Turun)
"Sesegera mungkin, kalau bisa minggu ini. Jangan sampai kelamaan. Karena sebetulnya hak prerogatif presiden. DPR itu mengikuti presiden, karena ini presidensial," ujar dia di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Dia menjelaskan, tarik ulur peta kabinet Presiden Jokowi bisa menjadi mimpi buruk bagi para pengusaha. Pasalnya, pengusaha telah menaruh harapan yang besar pada Jokowi. "Bagi pengusaha itu nightmare kelamaan (mengumumkan kabinet)," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pengusaha tidak bisa disamakan dengan menjalankan siklus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab, pengusaha butuh kepastian sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Karena pengusaha beda dengan menjalankan siklus APBN. Kalau pengusaha kan wait and see. Ada beberapa Permen (Peraturan Menteri) yang akan direvisi, akhirnya terjadi stagnan. Business as usual itu bisa berhenti sementara waktu," pungkasnya.
(Baca: Lambat Umumkan Kabinet, Kepercayaan Pengusaha Bisa Turun)
(gpr)
Lihat Juga :