25 Bank Zona Euro Gagal Tes Kesehatan Keuangan ECB

Selasa, 28 Oktober 2014 - 11:55 WIB
25 Bank Zona Euro Gagal...
25 Bank Zona Euro Gagal Tes Kesehatan Keuangan ECB
A A A
FRANKFURT - Sekitar satu dari lima bank yang menjalani pemeriksaan kesehatan keuangan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) telah gagal dalam tes.

Data resmi itu dirilis akhir pekan lalu waktu setempat. Audit bertujuan mencegah terulangnya krisis keuangan di zona euro. Tujuan itu semakin penting dalam beberapa pekan terakhir, saat zona euro melihat kembali tanda-tanda terjadinya resesi. Ada kekhawatiran terhadap deflasi dan pertumbuhan ekonomi di negara kunci seperti Prancis dan Italia mengalami penurunan. Bahkan Jerman yang kuat dengan ekspornya pun terlihat mengalami pelambatan pertumbuhan seiring lemahnya investasi.

“Reviu mendalam terhadap kondisi bank-bank terbesar akan mendorong kepercayaan publik di sektor perbankan. Perbankan harus memfasilitasi lebih banyak pinjaman di Eropa yang akan membantu pertumbuhan ekonomi,” papar Vice President ECB Vitor Constancio, dikutip kantor berita AFP . Menurut ECB, ada 25 bank dari 130 bank yang dites ternyata gagal dalam audit. Hasil terburuk berada di Italia, sembilan bank gagal. Ada pula tiga bank di Yunani dan tiga bank di Siprus. Bank-bank itu secara total menunjukkan penurunan kapital sekitar USD31 miliar pada akhir 2013.

“Sebanyak 12 dari 25 bank yang gagal dalam tes itu telah menutup kekurangan modal mereka tahun ini menaikkan modal mereka hingga 15 miliar euro,” papar pernyataan ECB. Perbankan yang mengalami penurunan kapital harus menyiapkan rencana kapital dalam dua pekan dan memiliki waktu sembilan bulan untuk menutupi kekurangan modal mereka. Sebagai bagian dari audit, ECB mereviu kualitas aset perbankan untuk memastikan mereka dinilai secara tepat. Tes itu juga mengidentifikasi 136 miliar euro dalam bentuk aset bermasalah, yang dikenal sebagai pinjaman tanpa kinerja.

Pekan lalu Prancis meminta Jerman berinvestasi lagi USD64 miliar pada 2018 untuk menyesuaikan upaya Paris memangkas belanja publik. Seruan itu berasal dari Menteri Keuangan Prancis Michel Sapin dan Menteri Ekonomi Prancis Emmanuel Macron menjelang kunjungan mereka ke Berlin. Mereka akan bertemu mitranya di Jerman untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.

“Dana USD64 miliar simpanan untuk kami dan USD50 miliar investasi tambahan oleh Anda, itu akan menjadi keseimbangan yang bagus. Ini kepentingan kolektif kita bahwa Jerman berinvestasi,” papar Macron dikutip Frankfurter Allgemeine Zeitung. Prancis berjanji mengurangi belanja publik hingga USD64 miliar untuk memenuhi batas defisit anggaran Uni Eropa 3% pada 2017.

Presiden Prancis Francois Hollande juga menyeru negara-negara anggota Uni Eropa (UE), khususnya Jerman, untuk berinvestasi demi memicu pertumbuhan ekonomi zona euro.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
3 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
4 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
7 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
7 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
7 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
8 jam yang lalu
Infografis
Tes Rudal Hipersonik...
Tes Rudal Hipersonik Gagal, AS Semakin Ditinggal China dan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved